Satu Islam Untuk Semua

Monday, 23 April 2018

Pembukaan Kedutaan AS untuk Israel di Yerusalem Akan Dihadiri 250 Tamu


1524433141772

islamindonesia.id – Pembukaan Kedutaan AS untuk Israel di Yerusalem Akan Dihadiri 250 Tamu

 

 

Setidaknya 250 orang diperkirakan akan hadir dalam acara pembukaan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Israel di Yerusalem. Menurut rilis Pemerintahan Israel seperti dlansir axios.com, 22 April, tetamu itu datang dari Washington.

Di antaranya, 40 senator dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS termasuk petinggi organisasi Yahudi pro-Israel, Jason Greenblatt. Sementara menantu Presiden AS Donald Jhon Trump yang juga tokoh Yahudi di Gedung Putih, Jared Kushner, juga bakal ikut dalam rombongan menuju Yerusalem.

Menurut pemimpin rombongan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, meski Kushner hadir bersamanya, istri Kushner Ivanka Trump belum dipastikan akan ikut.

Sementara Tel Aviv dikabarkan akan mengerahkan segala kemampuannya untuk menjadikan acara pembukaan itu semeriah dan sebaik mungkin. Ini dilakukan agar negara lain mengikuti jejak Washington yang memindahkan Kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pembukaan ini merupakan tindak lanjut putusan Trump yang mendeklarasikan pemindahan Kedutaan ke Yerusalem Desember silam. Meski dikecam oleh para pemimpin negara lain, termasuk Presiden Indonesia Joko Widodo, Trump tampaknya tetap akan memindahkan Kedutaannya ke tanah Al Quds yang disucikan oleh tiga agama itu.

Putusan pemindahan ini telah disetujui oleh Kongres AS sejak 1995. Namun sejak itu, belum ada presiden AS yang terang-terangan mendeklarasikan pemindahan mengingat sejumlah resiko yang bakal muncul.

Baru pada masa Pemerintahan Trump yang belum genap setahun, putusan ini resmi diumumkan.  Menurut pengamat Timur Tengah, Hamdan Basyar, Trump lebih dekat dengan Israel daripada presiden AS sebelumnya.

“Trump lebih zionis daripada Obama,” kata Hamdan kepada Islamindonesia. Zionis atau Zionisme merujuk pada gerakan orang Yahudi pendukung terciptanya Tanah Air di wilayah yang diklaim sebagai Tanah Israel. “Tapi tidak semua Yahudi itu Zionis.”

Jauh sebelum kongres AS menyepakati pemindahan Kedutaan, tanah Al-Quds telah ditetapkan sebagai wilayah dibawah naungan hukum internasional sejak Perang Arab 1967. Di sisi lain, warga Palestina menginginkan Al-Quds kembali ke pangkuannya sebagai ibukota negaranya.

Pemindahan Kedutaan dapat berarti pengakuan sepihak AS bahwa Al-Quds kini menjadi bagian Israel. Sebagian pengamat menyatakan, putusan ini setidaknya bakal meningkatkan tensi ketegangan di Timur Tengah.

Namun Trump tetap tidak mempedulikannya. Bagaimana pun, Israel yang didukung Washington, kini terus mencaplok tanah dengan kebijakan politik ekspansinya.

 

 

 

YS/Islamindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *