Satu Islam Untuk Semua

Friday, 23 May 2014

Pembentukan NU Afghanistan Terinspirasi NU di Indonesia


foto:muslimmedianews.com

Walau tak memiliki hubungan struktural tapi semangatnya tetap sama.


KENDATI membawa-bawa nama Nahdlatul Ulama (NU), hubungan NU yang baru saja didirikan di Afghanistan dengan NU yang ada di Indonesia tidaklah sampai pada wilayah struktural dan organisasi. Dengan kata lain, NU Afghanistan bukan cabang istimewa NU (PCINU), namun organisasi baru yang didirikan oleh ulama setempat dan terinspirasi dari NU yang ada di Indonesia. Demikian pernyataan Wakil Sekjen PBNU H Abdul Munim DZ seperti dikutip NU Online pada Jumat (23/5).

“Hubungan NU Indonesia dan Afghanistan lebih bersifat teologis karena kita sama-sama menganut ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Dalam hal aqidah mereka juga menganut Al-Asy’ari dan Maturidi. Dalam hal fiqih mereka lebih condong ke Imam Hanafi sementara kita mayoritas Syafi’iyah,” katanya.

Menurut Abdul Munim, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) didirikan dan beranggotakan warga Indonesia yang ada di luar negeri. Sementara NU Afganistan didirikan oleh ulama Afghanistan sendiri dan akan disahkan oleh pemerintah Afghanistan.

Seperti diberitakan media beberapa hari lalu, sejumlah ulama yang berafiliasi dengan Taliban pada 5 Mei 2014 telah mendeklarasikan terbentuknya NU di kota Kabul. Selain memiliki tujuan yang sama yakni mengembangkan ajaran Islam yang toleran dan moderat, dalam hal teknis seperti logo, NU Afghanistan juga mengadopsi symbol yang sama.

Kelahiran NU Afghanistan sendiri awalnya merupakan hasil pertemuan 20 ulama yang berasal dari propinsi Maidan Wardak, Propinsi Pansjir, Kota Kabul, Propinsi Parwan dan Propinsi Jalalabad. Dengan mendirikan organisasi ini, para ulama tersebut berharap bisa menjadikannya forum komunikasi antar ulama yang diterima oleh berbagai pihak yang tengah bertikai negeri yang tengah berperang itu.

Meskipun tidak ada hubungan struktural Abdul Mun’im tidak menafikan bahwa pembentukan NU di Afghanistan itu merupakan tindak lanjut dari hasil saling kunjung mengunjungi para ulama dari kedua negara. Sebagai informasi, pada 2013 delegasi NU pernah melakukan kunjungan ke Afghanistan dan beberapa waktu kemudian langsung dibalas dengan kunjungan ulama Afghanistan ke Indonesia. Saat kunjungan ke Indonesia inilah, para ulama Afghanistan diajak bersafari ke beberapa pesantren

“Di pesantren itu mereka merasa terharu menyaksikan anak-anak santri menjalankan amaliyah Aswaja. Mereka ingin mengembalikan suasana seperti itu karena di sana sudah hampir hilang akibat perang selama 32 tahun,” kata Mun’im.

Rencananya dalam waktu dekat, kata Mun’im, pihak PBNU akan terbang ke Afghanistan, guna mengikuti peresmian lahirnya “saudara kembar” mereka tersebut.(hj)

 

AJ/IslamIndonesia/NU Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *