Satu Islam Untuk Semua

Monday, 06 August 2018

Pemangku Raja Pahang Malaysia: Bijaklah, Jangan Berlebihan terhadap Syiah


Tengku Abdullah Sultan Ahmad Shah

islamindonesia.id – Pemangku Raja Pahang Malaysia: Bijaklah, Jangan Berlebihan terhadap Syiah

 

Dilansir dari The Sun Daily, Tengku Abdullah Sultan Ahmad Shah, Pemangku Raja Negara Bagian Pahang, Malaysia, mengatakan bahwa terkait dengan penyebaran ajaran Islam Syiah di Malaysia, para penganut Islam Sunni mesti menggunakan pendekatan yang bijaksana dan halus.

Dia mengatakan, meskipun ajaran Syiah berbeda dari Sunni, yang dipeluk oleh mayoritas Muslim Malaysia, permasalahan ini harus dihadapi tanpa perlu melakukan provokasi dengan sentimen yang buruk.

“Kita yang mempraktekkan ajaran Sunnah wal Jamaah (Sunni) harus menjadi contoh yang baik bagi Syiah, dan mereka juga harus memahami kehendak mayoritas umat Islam di sini.

“Saya harap kita tidak kecewa, atau mudah terprovokasi atau cepat menuduh. Kita harus memberikan contoh yang baik sehingga mereka yang berbeda dapat rukun dengan kita,” kata Tengku Abdullah mengatakan kepada wartawan setelah membuka Konvensi Kepemimpinan Orang Asli Islam Tingkat Nasional 2018 di Kuantan pada hari Sabtu (4/8).

Pernyataan Tengku Abdullah tersebut merupakan respon atas adanya khotbah Jumat sehari sebelumnya yang mengangkat tema “Ancaman Syiah”. Dalam khotbah tersebut di antaranya disebutkan bahwa ada sejuta pengikut Syiah di Malaysia.

Selain itu, Tengku Abdullah juga mengomentari beberapa pihak yang mengolok-olok Islam di Malaysia, dia mengatakan para pemimpin harus memiliki kebijaksanaan untuk menangani situasi secara damai.

“Kita harus memberi ruang dan menyimak pandangan lainnya, sehingga kita bisa meredakan ketegangan, bukan membuatnya lebih buruk. Kita harus saling menghormati di antara umat Islam, serta antara Muslim dan non-Muslim, untuk menciptakan harmoni,” ujarnya.

Tengku Abdullah mengatakan “Orang Asli” yang telah memeluk Islam juga harus terus-menerus diberi bimbingan agar pengetahuan mereka setara dengan Muslim lainnya.

Dilansir dari kyoto review, Orang Asli adalah masyarakat adat minoritas dari Semenanjung Malaysia. Dengan jumlah 120.000 orang dan tersebar secara tidak merata di antara 19 kelompok linguistik yang berbeda, mereka mewakili masyarakat Malaysia yang paling terpinggirkan saat ini.

 

PH/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *