Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 08 May 2014

Pemakaman Bibi Obama dilakukan Secara Islam


Worldbulletin.net

Presiden Obama mengatakan bahwa keluarga mereka tetap bersatu dan tidak ada keretakan.

 

Bibi Presiden Amerika Serikat Barack Obama baru saja meninggal pada Selasa (06/05) dan dimakamkan secara Islam di negara asalnya Kenya setelah jasadnya diterbangkan dari AS.

“Kami telah mengubur Zeitun Onyango sesuai dengan peraturan Islam,” kata Syaikh Musa Ismail, seorang ulama Muslim yang memimpin doa pemakaman, kepada Anadolu Agency di pemakaman Muslim Sunni di kota Kisumu.

Tubuhnya dimandikan dan dikafani sesuai dengan tradisi Islam.

“Kita harus mengantarkannya ke peristirahatan terakhirnya secepat mungkin,” kata Syaikh Ismail.

“Salah satu hak seorang Muslim ketika meninggal dunia adalah dimakamkan secepat mungkin, tanpa penundaan.”

Onyango meninggal di sebuah pusat rehabilitasi Boston baru-baru ini.

Meskipun bibi presiden AS, Onyango harus berjuang di hadapan hukum guna menyelamatkannya dari deportasi karena menetap di AS secara ilegal, namanya disebutkan dalam otobiografi Obama, “Dreams from My Father,” yang menceritakan kehidupan Obama untuk mengetahui asalnya dari Kenya.

Presiden Obama adalah putra dari seorang ayah Kenya, Hussein Obama, dan seorang wanita kulit putih Amerika, Ann Dunham.

Penjagaan ketat

Prosesi pemakaman Onyango dilakukan dengan penjagaan yang cukup ketat. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, yang mungkin dilakukan Ebel Mboya Okoko—seorang pria Kristen yang mengklaim bahwa dirinya adalah suami Onyango.

Okoko pergi ke pengadilan pekan lalu menuntut hak asuh Onyango dan hak untuk menguburkannya.

Feisal, putra sulung Onyango dan sepupu Obama, mengatakan hal itu tidak masuk akal—Okoko mengaku sebagai suami Onyango, setelah kematiannya.

“Yang kami ingin lakukan sekarang adalah menempatkan ibu kami dalam damai dan Alhamdulillah kami bersyukur telah melakukan itu,” katanya kepada AA.

Nenek Obama, Sarah, melihat jasad putrinya itu sesaat sebelum dibawa ke pemakaman, tapi tidak hadir di pemakaman yang dilakukan sesuai dengan ritual Islam.

Sementara itu, di luar pemakaman Presiden Obama mengatakan bahwa keluarga mereka tetap bersatu dan tidak ada keretakan. “Keluarga Obama tetap bersatu,” kata Obama. “Tidak ada keretakan dalam keluarga kami.”

 

Sumber: Worldbulletin.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *