Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 12 May 2016

Pasca Kesepakatan Nuklir, Iran Pastikan Jual “Air Berat” ke AS


heavy-water

Islamindonesia.id–Pasca Kesepakatan Nuklir, Iran Pastikan Jual “Air Berat” ke AS

Drama negosiasi nuklir Iran memang sudah berlalu. Sejak penandatangan kesepakatan nuklir 2015 silam, sejumlah negara berlomba memanfaatkan kesempatan. Negara yang pertama melakukannya tentu saja adalah Rusia, lalu disusul oleh mitra dagang terbesar Iran, yaitu Cina.

Dalam satu dekade mendatang, Iran dan Cina bersepakat menandatangani kontrak senilai 600 milyar dolar AS. Kontrak itu memecahkan rekor hubungan ekonomi kedua negara sejauh ini.

Seolah tak mau ketinggalan, Amerika Serikat melalui sebuah perusahaan swasta akan membeli “air berat” dari Iran senilai 8.6 juta dolar AS. Menurut Jubir Kemenlu AS, John Kirby, pembelian ini tidak akan berlangsung lama. Menurutnya, air berat sejumlah 32 metrik ton itu dibutuhkan “bagi riset dan kebutuhan industri non-nuklir yang sangat penting,” kata Kirby beberapa bulan lalu.

Tapi kemudian masalah pembelian “air berat” ini mendapat tentangan keras dari berbagai pihak, termasuk anggota Senat Partai Republik. Mereka mengancam akan memblok pembelian itu melalui amandemen terhadap suatu UU di Senat. Hanya saja, kemarin, para senator Partai Demokrat berhasil menggagalkan upaya kubu Republik membatalkan rencana itu.

Pada Rabu (11/5), Senat Amerika gagal meloloskan amandemen UU yang dapat menggagalkan pembelian air berat tersebut. Amandemen yang diusung Senator Tom Cotton dari Partai Republik kekurangan tiga suara untuk dapat diajukan. Akibatnya, rencana pembelian pun akan tetap berjalan.

Di sisi lain, wakil Menlu Iran Iran bidang hukum internasional, Abbas Araqchi, pada hari yang sama mengkonfirmasi rencana penjualan air berat Tehran kepada Amerika.

Air berat sendiri adalah air (H2O) yang memiliki isotop H-2 (deuterium) yang biasanya dipakai pada reaktor nuklir sebagai pendingin.

 

AA/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *