Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 20 March 2014

Para Pemimpin Lintas-Agama Bersatu Perangi Perbudakan


AFP

Berdasarkan pantauan Global Slavery Index, saat ini sedikitnya 29 juta orang masih hidup dalam kondisi perbudakan. Hal inilah yang kemudian mendorong para pemimpin lintas-agama bersedia untuk ikut bergabung dengan konglomerat tambang Australia, Andrew Forrest, yang meluncurkan sebuah organisasi bernama Global Freedom Network, guna mengakhiri perbudakan modern.

Dalam peluncuran yang dilakukan di Vatikan pada Senin (17/03) itu hadir di antaranya, perwakilan agama-agama besar di dunia, seperti Rektor Akademi Kepausan untuk Ilmu Pengetahuan dan Akademi Kepausan untuk Ilmu-ilmu Sosial Uskup Mancelo Sanchez Sorondo yang mewakili Bapa Suci Paus Fransiskus, Dr Mahmoud Azab yang mewakili Imam Besar Al Azhar Mesir, Uskup Sir David John Moxon yang mewakili Uskup Agung Canterbury Uskup Agung Justin Welby, dan pendiri Walk Free Foundation Andrew Forrest.

Selain itu, hadir pula Pemimpin Gereja Katolik, Gereja Anglikan dan Islam Sunni dalam upaya bersama untuk mencegah perbudakan modern.

Forrest mengatakan dalam event tersebut,  kampanye itu akan disebar ke gereja-gereja dan masjid-masjid di seluruh dunia.

“Kami juga ingin melibatkan pemerintahan setempat dan perusahaan-perusahaan multinasional besar yang berkomitmen pada gerakan ini. Sekitar 50 perusahaan multinasional besar, 162 pemerintah dengan 30 kepala negara telah menyetujui gerakan ini untuk mendukung program pemberantasan perbudakan modern dan perdagangan manusia,” ujar Andrew Forrest.

Global Freedom Network bertujuan mengaktifkan cita-cita agama dan nilai kemanusiaan bersama menjadi kekuatan spiritual, upaya bersama, dan visi pembebasan untuk memberantas perbudakan modern dan perdagangan manusia di seluruh dunia.

“Ketidakacuhan atas mereka yang mengalami eksploitasi harus disudahi. Kita menyerukan agar semua orang beriman untuk bergabung melawan perbudakan modern dan perdagangan manusia,” tegas Forrest.

Global Freedom Network merupakan jaringan pertama di dunia yang menyatukan agama-agama besar dunia dalam satu misi untuk memberantas perbudakan global. 

Sebelumnya, pada Januari lalu, Forrest mengumumkan sebuah rencana yang dikatakannya akan membebaskan 2,5 juta orang dari perbudakan di Pakistan.

Berbagai sumber

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *