Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 05 May 2016

OBITUARI–Prof. Dr. Hj. Tutty Alawiyah, Penggerak Majlis Taklim Ibukota


tuti-alawiyah-islamindonesia.id

Innalillahi wa inna ilayhi rajiun. Satu lagi tokoh nasional dan putra terbaik bangsa meninggal dunia. Setelah dirawat beberap hari, Rektor Universitas Islam Assyafi’iyah (UIA) Prof. Dr. Hj. Tutty Alawiyah akhirnya berpulang ke rahmat Allah di RS MMC, Kuningan, Jakarta, Rabu (4/5) pukul 07.15

Tutty Alawiyah adalah sosok yang dikenal luas di berbagai kalangan. Penggerak berbagai majlis taklim ini memang dilahirkan untuk berdakwah. Sjak usia 9 tahun, Tutty sudah berdakwah menyiarkan agama Islam. Di bawah naungan Yayasan Perguruan As-Syafi’iyah yang didirikan ayahnya tahun 1933, Almarhumah membangun Pesantren Putra-Putri dan Yatim, Pesantren Tinggi Darul Agama, Sekolah Tinggi Wiraswasta, serta Universitas Islam Syafi’iyah. Dalam dunia politik, Almarhumah juga punya kiprah yang tidak kecil.

Pengalamannya mengunjungi 63 kota besar di 23 negara demi kepentingan dakwah dan kegiatan sosial mengharumkan namanya sehingga dia layak meraih gelar doktor honoris causa bidang dakwah Islam dari IAIN Syarif Hidayatullah dan gelar profesor dari Federation Al Munawarah, Berlin, Jerman.

Mantan Menteri Negara Peranan Wanita dalam dua pemerintahan yang berbeda ini adalah orang Betawi asli yang lahir pada 30 Maret 1942 di Jakarta dari pasangan KH. Abdullah Syafi’ie dan Hajjah Rogayah. Atas jasa ayahnya yang besar dalam bidang pendidikan Islam, pemerintah menganugerahkan penghargaan Bintang Maha Putera Pratama. Untuk mengapresiasi jasa ayahnya, Pemerintah Daerah Khusus Ibukota menggunakan namanya sebagai nama jalan utama menggantikan Jl. Lapangan Roos dan Kampung Melayu Besar.

Mubaligah kondang dan Rektor Universitas Islam As-Syafi’iyah ini mempunyai visi menjadikan perempuan Indonesia sebagai pilar pembangunan bangsa. Kemampuan intelektualnya dan kekayaan pengalamannya sebagai pembicara dan penceramah di berbagai kota di 5 benua hanyalah sebagian bukti bahwa perempuan Indonesia dapat meraih kesempatan dan hak yang sama dengan laki-laki dalam berkarya di berbagai sektor bagi bangsa ini. Selain aktif menggerakkan ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), beliau juga aktif di MUI (Majelis Ulama Indonesia), CIDES (Center For Information And Development Studies), dan beberapa organisasi lainnya.

Di antara catatan indah dalam hidup Almarhumah adalah partisipasinya dalam Deklarasi Risalah Amman di Yordania tahun 2004 silam. Deklarasi yang disinyalir menghasilkan ijmak ulama terbesar abad ini soal berbagai mazhab Islam, pengukuhan ukhuwah dan pelarangan atas takfir itu merupakan bukti nyata bahwa kiprah Almarhumah di kancah dunia Islam tidak dapat dipungkiri.

Selamat jalan Almarhumah Tutty Alawiyah, selamat menyongsong hidup indah di sisi-Nya.

 

AJ/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *