Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 25 March 2018

Nyak Sandang Minta Operasi Katarak Demi Bisa Kembali Baca Al-Quran


Nyak Sandang Minta Operasi Katarak Demi Bisa Kembali Baca Al-Quran

islamindonesia.id – Nyak Sandang Minta Operasi Katarak Demi Bisa Kembali Baca Al-Quran

 

Sudah kenal Nyak Sandang? Pria yang belakangan namanya kian ramai diperbincangkan publik. Nyak Sandang adalah kakek berusia 91 tahun asal Aceh yang di masa lalu pernah berjasa ikut menyumbangkan harta kekayaannya kepada pemerintah agar bisa membeli pesawat terbang pertama di Indonesia.

Dari cerita Nyak Sandang sendiri terungkap, hal itu berawal dari kunjungan Proklamator Soekarno ke Aceh pada tahun 1948. Saat itu, Soekarno sedang mencari dana untuk pembelian pesawat pertama pasca-kemerdekaan RI.

Nyak Sandang yang saat itu berusia 23 tahun kemudian menjual sepetak tanah dan 10 gram emas dengan harga Rp 100. Nyak Sandang pun menyerahkan hasil penjualan hartanya itu kepada negara.

Saat itu, Soekarno menerima sumbangan dari masyarakat Aceh sebesar SGD 120.000 dan 20 kilogram emas murni. Dengan uang itu, Soekarno membeli dua unit pesawat terbang yang masing-masing ia beri nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002. Kedua pesawat terbang itu merupakan cikal bakal maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

Selain soal kedermawanannya, setidaknya kita perlu belajar satu hal lagi dari Nyak Sandang. Yakni semangat besarnya untuk sembuh dari sakit katarak di mata kirinya yang ternyata dilandasi keinginan agar dia bisa kembali membaca Al-Quran secara normal.

Menurut keterangan salah seorang anak lelakinya, Maturidi, permintaan Nyak Sandang agar pemerintah membantu pengobatannya, karena dia ingin di sisa umurnya bisa istiqamah membaca Al-Quran.

Maturidi menjelaskan tim dokter sudah menjadwalkan kegiatan operasi katarak mata kiri ayahnya, yaitu pada Selasa (27/3/2018) dan Rabu (28/3/2018) yang akan datang. Sementara itu, tim dokter akan merawat mata kanan Nyak Sandang, yang sarafnya juga sudah terganggu.

“Mata sebelah kanan tidak perlu dioperasi karena saraf matanya sudah terganggu. Jadi pengobatan saja yang sebelah kanan, perawatan saja,” jelas Maturidi.

Maturidi mengatakan kondisi ayahnya hari ini sudah membaik. Diketahui, Nyak Sandang mendadak dibawa ke RSPAD Gatot Subroto pada Kamis (22/3/2018) dini hari.

Tindakan medis langsung dilakukan lantaran Maturidi bercerita ayahnya sakit ketika buang air kecil.

“Alhamdulillah untuk hari ini Nyak Sandang sudah sedemikian baik. Beberapa hari lalu direncanakan operasi prostat dan mata, tapi alhamdulillah semalam dapat informasi tidak perlu dioperasi prostatnya. Cukup diberi obat saja,” tutur Maturidi.

***

Itulah sekilas kisah tentang Nyak Sandang yang sangat berjasa besar terhadap Republik namun tak minta balasan pengembalian berupa harta benda sebagaimana yang pernah diberikannya di masa lalu. Namun dia hanya ingin pemerintah membantunya dalam operasi katarak demi kesembuhan mata kirinya yang sejatinya didasari keimanan dan kecintaannya pada Al-Quran.

Semangat Nyak Sandang patut menjadi bahan perenungan bagi kita yang saat ini dikaruniai penglihatan yang masih normal, sudahkah selama ini kita memiliki kecintaan yang sama dan rajin membaca Al-Qur’an dalam keseharian kita?

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *