Satu Islam Untuk Semua

Monday, 13 March 2017

NU Jakarta: Ingat Ya, Agama Terlalu Suci Dibajak untuk Kepentingan Politik Sesaat


nu bendera

islamindonesia.id – NU Jakarta: Ingat Ya, Agama Terlalu Suci Dibajak untuk Kepentingan Politik Sesaat

 

Di samping Gerakan Pemuda Ansor Jakarta menyatakan siap membantu mengurus jenazah yang ditolak disalatkan di masjid akibat pilihan politik, tokoh NU Jakarta pun angkat bicara terkait masalah ini. Pengurus Wilayah Jamiyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) NU DKI Jakarta, Achmad Zarkasyi, menyatakan bahwa spanduk-spanduk penolakan jenazah sesama Muslim itu tidak lagi bisa diterima akal sehat manusiawi, apalagi agama seperti Islam.

“Ancaman semacam itu sudah tidak masuk akal. Hal itu menunjukkan kepanikan orang yang menyebarkannya,” kata Zarkasyi seperti dilansir Antara, 12/3.

Dalam hukum Islam (fiqh), lanjut Zarkasyi, mengurus jenazah berhukum fardhu kifayah. Semua orang akan berdosa jika tidak ada yang mau mengurus jenazah di sebuah lingkungan. Mengurus jenazah itu kewajiban orang yang hidup.

Jahat sekali jika urusan jenazah dijadikan alat berpolitik demi merebut kekuasaan. Ancaman tidak mengurus jenazah hanya karena pilihan calon gubernur dalam Pilkada merupakan sikap yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, jelasnya.

“Para ustadz dan tokoh agama jangan mau dibohongi oleh oknum politisi yang sengaja mengeruhkan suasana dalam Pilkada Jakarta,” katanya.

Politik, menurut pria yang akrab disapa Ustad Zarkasyi ini, seharusnya tetap menjaga etika dan kerukunan umat. Tidak menghalalkan segala cara hingga agama pun seperti dibajak sedemikian rupa hanya untuk menjegal pasangan calon tertentu dan memenangkan pasangan calon yang lain.

“Ingat ya, agama itu terlalu suci untuk dibajak demi kepentingan politik sesaat. Saya mengajak agar kita menghentikan cara-cara kotor seperti itu. Jika diteruskan, saya khawatir Pemilik agama, Allah SWT, akan murka pada kita semua,” tegas Zarkasyi.

Oleh karena itu, dirinya mengajak para tokoh agama untuk kembali menyebarkan ajaran agama yang mendamaikan dan menenangkan umat.

“Islam itu agama rahmat. Para ustadz dan tokoh agama harus mengajarkan nilai-nilai moral dan kebaikan kepada masyarakat. Kita semua bertanggung-jawab di dunia dan akhirat. Jangan sampai agama dijadikan alat untuk menyebar kebencian dan permusuhan. Permusuhan dan kebencian jelas tidak sejalan dengan ajaran Islam yang sangat luhur ini,” katanya.

Zarkasyi menyampaikan hal ini di halaqah yang digelar Pengurus Wilayah Jamiyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) NU DKI Jakarta untuk menetralkan isu-isu SARA yang dimainkan di tengah masyarakat, di Jakarta, Ahad, 12/1.

Bagi Zarkasyi, acara halaqah ini digelar dalam rangka memberikan pemahaman kepada para ustadz, kiai dan tokoh agama agar ikut memberikan pemahaman yang benar tentang agama.

“Agama tidak bisa diseret sedemikian jauh dalam gelanggang politik praktis, apalagi menyebabkan keresahan di tengah umat,” katanya.

Zarkasyi pun mengimbau peserta pilkada agar jangan menyeret agama ke dalam politik praktis karena maraknya isu SARA dalam pemilihan kepala daerah yang telah membuat resah masyarakat.

Acara halaqah tersebut diisi oleh dua nara sumber, yaitu KH Taufik Damas (RelaNU) dan KH Zuhri Yaqub, Wakil Rois Syuriah PWNU DKI Jakarta. Selain dua nara sumber tersebut, halaqah ini juga dihadiri oleh KH Ahmad Zahari, Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta yang memberikan kata sambutan. []

 

YS/ islam indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *