Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 25 August 2018

Napak Tilasi Jejak Wali Songo, Bangsawan Kelantan Tebar Sumbangan Miliaran Rupiah


Napak Tilasi Jejak Wali Songo, Bangsawan Kelantan Tebar Sumbangan Miliaran Rupiah

islamindonesia.id – Napak Tilasi Jejak Wali Songo, Bangsawan Kelantan Tebar Sumbangan Miliaran Rupiah

 

Bangsawan asal Kelantan Malaysia datang ke Kabupaten Demak untuk menapaki jejak Wali Songo. Beberapa situs Sunan Kalijaga dan lainnya mendapat bantuan miliaran rupiah dari bangsawan ini.

Masjid Kadilangu dan Makam Sunan Kalijaga masing-masing menerima bantuan Rp 1 miliar. Selain itu, bantuan uang juga diterima Masjid Agung Demak sebesar Rp 100 juta, serta Makam dan Masjid Syech Jumadil Kubro di Kaligawe Kota Semarang Rp 500 juta.

Puncaknya, ribuan warga di wilayah Kadilangu dimanjakan dengan hadiah 20 sepeda motor, ratusan sepeda ontel, barang eletronik dan mainan anak-anak. Sebelum pengundian hadiah, juga dilakukan santunan untuk anak yatim piatu.

Bangsawan tersebut adalah Yang Mulia Datu Tuan Raja Azhar Bin Yang Mulia Datu Raja Wahab, yang juga pemilik Yayasan Raja Sakti At Thomim Sunan Kalijaga.

Dalam kesempatan ini Putra Sulung Datu Tuan Raja Azhar, Sahrulnizam MR menyebutkan bahwa Kesultanan Raja Sakti masih ada kaitannya dengan Sunan Kalijaga.

“Semata-mata untuk menyatukan hubungan silaturahmi karena jika masih ingat sebelumnya saya sebutkan Raja Sakti dan leluhur Sunan Kalijaga kita berkongsi keluarga besar yang sama,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (25/8/2018).

Dia pun menunjukkan sebuah buku terbitan Museum Kelantan 1981 yang berisi tentang keturunan raja-raja Kelantan dan peristiwa bersejarah.

Di dalam buku itu, kata Sahrulnizam, ditulis jika Syekh Jumadil Kubro sang pionir Wali Songo yang menjadi ayah dari Syekh Maulana Maghribi (Sunan Gresik) dan Syekh Ibrahim Asmorokondi (ayah Sunan Ampel) tercatat tinggal di Kelantan.

Sahrulnizam menceritakan, Kesultanan Kelantan erat kaitannya dengan Wali Songo, yang bertugas menyebarkan Islam di Tanah Jawa. Keturunan cucu Nabi Muhammad SAW, yakni Sayyid Hussein Jumadil Kubra, lanjutnya, merantau ke Kelantan tahun 1349 Masehi.

Kemudian, Jumadil Kubra menikahi putri keluarga Diraja Imperium Chermin (Kelantan Purba). Sahrulnizam menjelaskan bahwa keturunan Jumadil Kubra adalah Maulana Malik Ibrahim, sang pelopor Wali Songo, Sunan Ampel dan keluarganya, Sunan Gunung Jati dan Sunan Giri beserta keluarganya.

Kerajaan Chermin, kata Sahrulnizam luasnya dari Aceh, Kelantan di Malaysia dan Champa di delta Sungai Mekong, Vietnam Selatan. Hingga hari ini Malaysia dan Vietnam masih menyimpan baik-baik destinasi wisata sejarah Wali Songo.

“Dari sini lahir Syarif Muhammad, kebungsuan Penguasa raja-raja Demak, Pajang dan Mataram. Buku ini resmi dan ada di Museum Kelantan. Rencananya buku ini akan kita kasih ke sini untuk dibedah,” paparnya.

Dia melanjutkan, dari silsilah yang tertuang di dalam buku itulah rombongan Datu Tuan Raja Azhar menapaki jejak Wali Songo.

“Daripada itulah kenapa kita datang ke Kota Wali, kita ke Gowa, ke Tidore, Aceh, Patani dan Vietnam,” ungkapnya.

Sementara Panembahan Ahli Waris Sunan Kalijaga, Rahmad menuturkan bahwa kunjungan bangsawan dari Kelantan tersebut untuk menyambung silaturahmi.

“Kalau ada orang asing yang menghormati leluhur, kita hormati. Tidak perlu didramatisir. Kita ini kan saudara, manusia semua saudara dari keturunan Nabi Adam,” ujar Rahmad.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *