Satu Islam Untuk Semua

Monday, 09 June 2014

Mufti Ukraina Apresiasi Sikap Pemerintah terhadap Minoritas Agama


Onislam.net.

Mufti tertinggi Ukraina mendesak agar pejuang dari kedua kubu bertikai meninggalkan Ukraina.

Ketika muncul berbagai pemberitaan tentang perang saudara antara pejuang pro-Rusia dan pro-Ukraina yang mengakibatkan Ukraina pecah, Mufti tertinggi Ukraina, Ismagov mengimbau agar umat Islam tetap tenang dan tidak terpancing oleh perang yang sedang berlangsung, memberi apresiasi atas sikap pemerintah yang tetap menjaga hubungan baik dengan minoritas agama.

“Semuanya baik di Ukraina, Anda bahkan tidak bisa membayangkan seberapa baik hal-hal di sini! Kita semua menemukan tempat di bawah matahari dan tanah yang sama di bawah kaki kita,” tulis Ismagov, mufti sekaligus kepala Komite Muslim Ukraina dalam akun Facebook-nya, seperti dilaporkan World Bulletin, dan dikutip dari OnIslam pada Senin (09/06).

“Kami pernah menghadapi pembantaian Muslim, pembunuhan imam atau pembersihan etnis. Kami membangun masjid mana saja yang kita inginkan dan mereka tidak pernah dirusak,” tambahnya.

Imam Muslim itu telah memuji suasana “persahabatan” antar pemerintah dengan kaum minoritas yang semakin baik selama beberapa dekade.

Suasana ramah merupakan hal yang mustahil di Uni Soviet ketika ratusan ribu umat Islam dipaksa untuk meninggalkan negara asal mereka di Krimea di bawah kekuasaan Stalin.

“Al Qur’an dan terjemahannya tidak pernah dilarang. Kami menerbitkan surat kabar Muslim, kami diperbolehkan mengungkapkan pendapat apa pun tanpa sensor,” tulis Ismagov, memberikan contoh atas adanya larangan baru Rusia yang sempat membatasi terjemahan Qur’an.

“Muslim di Ukraina merupakan bagian integral dari negara itu, bagian dari sejarah umumnya. Kami merasa seperti di rumah di Ukraina. Ini adalah tanah air kita.” Tambah Ismagov.

Abaikan Perang

Munculnya ancaman perang sipil yang semakin meningkat di Ukraina, mufti mendesak pejuang dari kedua kubu untuk meninggalkan Ukraina.

“Hanya menjadi ‘tentara bayaran’ dengan tangan Anda, kami harus bicara tegas bahwa tidak ada yang dapat dilakukan di Ukraina bagi mereka,” kata Ismagov.

Ukraina telah berada dalam kondisi yang mencekam akibat dicengkeram oleh dua kubu yang bertikai selama enam bulan, yang kemudian bergeser hingga menimbulkan ketegangan antara Rusia dan Barat yang mengakibatkan Perang Dingin setelah protes besar memaksa Presiden Ukraina Viktor Yanukovych ke pengasingan.

Pada 2012 diperkirakan 500.000 Muslim tinggal di Ukraina dan sekitar 300.000 dari mereka adalah Tatar Krimea. Hari ini Islam adalah agama minoritas terbesar di Ukraina.

Dalam sensus tahun 2000 Ukraina merupakan rumah bagi 248.193 Tatar Krimea, 73304 Volga Tatar, Azeri 45.176, 12.353 Uzbek, 8844 Turki, 6.575 Arab dan 5.526 Kazakh.

Menurut Badan Clerical Muslim Ukraina ada dua juta Muslim di Ukraina pada 2009. [LS]

 

Sumber: World Bulletin/ OnIslam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *