Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 19 April 2018

Militer Rusia Temukan Pabrik Senjata Kimia Milik Pemberontak


Militer Rusia Temukan Pabrik Senjata Kimia Milik Pemberontak

islamindonesia.id – Militer Rusia Temukan Pabrik Senjata Kimia Milik Pemberontak

 

Bertolak belakang dengan tudingan Presiden Amerika Donald Trump dan sekutunya yang menyatakan pasukan pemerintah Suriah telah melancarkan serangan senjata kimia terhadap warga sipil sehingga “hukuman” berupa bombardir rudal atas negara pimpinan Bashar Assad itu dianggap layak, militer Rusia justru menemukan sebuah gudang dan laboratorium milik pemberontak yang sekaligus merupakan pabrik senjata kimia di kota Duma, Ghouta Timur, provinsi Damaskus.

“Zat yang ditemukan, seperti thiodiglycol dan diethanolamine, diperlukan untuk produksi gas mustard sulfur dan nitrogen. Selain itu, silinder dengan klorin, mirip dengan yang digunakan oleh militan untuk menyiapkan cerita palsu yang tersebar luas, ditemukan di gudang itu,” ungkap pakar pertahanan kimia Rusia, Alexander Rodionov, Selasa (17/4/2018) kemarin.

Dia menambahkan, “Dapat disimpulkan bahwa laboratorium ini digunakan oleh kelompok-kelompok bersenjata ilegal untuk memproduksi zat beracun.”

Ketegangan di Suriah meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir setelah beberapa media, mengutip klaim militan Suriah, menyalahkan Damaskus dan melaporkannya telah menggunakan senjata kimia di kota Duma di pinggiran Damaskus pada 7 April. Kemlu Suriah membantah klaim itu dan mengatakan bahwa penggunaan senjata kimia di Ghouta Timur bisa jadi justru direncanakan oleh kelompok teroris itu sendiri.

Amerika Serikat, Inggris dan Perancis Sabtu lalu meluncurkan 103 rudal di beberapa sasaran di Suriah sebelum ada penyelidikan mengenai kasus ini oleh para ahli dari Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW). Serangan itu telah dikecam oleh sejumlah negara, termasuk Rusia dan Iran.

Dubes Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya, Selasa, menilai upaya tiga negara penyerang Suriah itu di PBB untuk memulai penyelidikan baru senjata kimia di Suriah dan menghidupkan kembali perundingan damai sebagai upaya “salah waktu”. Karena itu Rusia menyatakan menolak dialog dengan Barat mengenai Suriah pasca serangan rudal yang didasarkan pada klaim palsu tersebut.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *