Satu Islam Untuk Semua

Friday, 07 December 2018

Merawat Kewarasan Publik: Gagasan dan Pandangan Buya Syafii Maarif


Merawat Kewarasan Publik Gagasan dan Pandangan Buya Syafii Maarif

islamindonesia.id – Merawat Kewarasan Publik: Gagasan dan Pandangan Buya Syafii Maarif

 

Buku berisi gagasan dan pemikiran mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif berjudul Merawat Kewarasan Publik: Refleksi Kritis Kader Intelektual Muda tentang Pemikiran Ahmad Syafii Maarif resmi diluncurkan Maarif Institute di Gedung Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Jakarta, bulan lalu.

Pemikiran-pemikiran Buya Syafii, sapaan Syafii Maarif, mengenai moralitas dan keadaban publik yang sebagiannya tertuang dalam buku ini diharapkan dapat menjadi pelita di tengah bangsa yang sarat dengan berbagai persoalan keagamaan, kebangsaan dan kemanusiaan.

Buya berharap umat Islam di Indonesia benar-benar mengembangkan Islam yang terbuka, inklusif, dan memberi solusi terhadap masalah bangsa.

Sebagai “muazin bangsa”, Buya Syafii terus berupaya memerangi ketidakadilan, korupsi, dan mafia yang merongrong bangsa. Gagasan dan refleksi pemikirannya lahir dari keprihatinan atas kondisi bangsa, termasuk menyangkut umat Islam sebagai mayoritas di Indonesia.

Buya juga berharap, sepatutnya umat Islam tak lagi mempersoalkan hubungan Islam, keindonesiaan, dan kemanusiaan. Saya ingin melihat ketiganya satu padu, satu tarikan nafas dalam kehidupan di negeri tercinta ini.

Selain itu, Maarif Institute juga membuka Sekolah Kebudayaan dan Kemanusiaan periode kedua. Kursus singkat ini digelar sejak 23 November hingga 28 November di Hotel Grand Mulya Bogor. Diikuti oleh 20 peserta, Sekolah Kebudayaan dan Kemanusiaan ini merupakan upaya Maarif Institute untuk merawat ide-ide besar Buya Syafii mengenai kemanusiaan, kebudayaan, dan keindonesiaan.

Menurut Direktur Eksekutif Maarif Institute Muhammad Abdullah Daraz, program ini bertujuan untuk menyosialisasikan berbagai gagasan Buya Syafii yang mengusung nilai-nilai keterbukaan, kesetaraan, dan kebinekaan kepada anak-anak muda dengan berbagai latar belakang etnis, suku, agama, dan budaya. Dia berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan tunas baru, pelanjut kiprah moral dan intelektual yang selama ini telah dihidupkan Buya Syafii Maarif dalam berbangsa dan bernegara.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *