Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 26 January 2017

Menyoal Penyebab Pergeseran Kepemimpinan Islam di Tanah Air


Menyoal Penyebab Pergeseran Kepemimpinan Islam di Tanah Air

islamindonesia.id – Menyoal Penyebab Pergeseran Kepemimpinan Islam di Tanah Air

 

Hadir dalam Seminar Peradaban “Pergeseran Kepemimpinan Islam” di Universitas Paramadina, Rabu (25/1/2017), Ketua Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari menilai bahwa kegelisahan umat akan ketidakpuasan politik dan ekonomi dinilai kurang mendapat respons partai politik (parpol) dan ormas Islam. Kondisi inilah yang kemudian dituding menjadi penyebab pergeseran kepemimpinan Islam.

Kata Hajriyanto, di era kejayaan medsos seperti sekarang, ketika umat tidak puas dengan politik dan ekonomi, maka gerutu kekecewaan itu cenderung makin dramatis di media sosial secara langsung dan terbuka. Dalam suasana seperti itu, muncul tokoh-tokoh yang menjadi artikulator kekecewaan umat.

“Fatalnya, parpol Islam dan gerakan Islam konvensional mendiamkannya. Mungkin ini yang disebut pergeseran kepemimpinan Islam,” ujar Hajriyanto.

Dia juga menilai aksi 2 Desember 2016 (212) sebagai peristiwa fenomenal. Meski berjalan tanpa dukungan NU, Nahdliyin tetap ikut. Pun dengan permintaan PP Muhammadiyah agar warga Muhammadiyah yang ikut tidak membawa atribut, warga Muhammadiyah tetap turun.

Secara lisan, peserta Aksi 212 turun meminta penegakan keadilan atas dugaan penistaan Al-Qur’an.

“Ada juga pertanyaan nonverbal, apakah hanya karena itu saja? Saya rasa, isu penistaan hanya pemicu saja,” kata Hajriyanto.

Banyak pendapat beragam, tapi pernyataan yang disampaikan Habib Rizieq Shihab dan tokoh-tokoh dalam Aksi 212 lah yang justru ditunggu-tunggu. Pernyataan mereka membuat hati pendengarnya optimistis. Tokoh-tokoh Aksi 212 menjadi bahan pembicaraan.

“Apa ini jadi indikasi pergeseran kepemimpinan Islam dari mainstream moderat ke gerakan Islam kontemporer yang lebih agresif? Saya belum bisa jawab. Yang pasti, reaksi kehadiran tokoh-tokoh dalam Aksi 2 Desember mulai terasa entah inilah yang ditunggu, ada yang cemburu, ada yang menunggu,” kata Hajriyanto.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *