Satu Islam Untuk Semua

Monday, 16 November 2015

Menyemai ‘Bandung Lautan Damai’


wpid-img_20151115_190902_1447608152437.jpg

Tepat dua hari pasca Tragedi Paris adalah Hari Toleransi Internasional. PBB menetapkan 16 November sebagai Hari Toleransi Internasional sejak tahun 1996. Kini, Indonesia ikut meramaikannya dengan salah satu event yang dimotori Jaringan Kerjasama Antar Umat Beragama (Jakatarub) di Bandung. Namanya: Bandung Lautan Damai. 

Minggu (15/10) malam di Taman Musik di bilangan Sumbawa, Bandung. Meski diguyur hujan sebelumnya, puluhan orang  terlihat mengisi tempat duduk yang mengitari taman. Ada panggung bertenda dan satu set peralatan musik band di tengah taman. Proyektor dinyalakan dan menampilkan logo berwarna biru bertuliskan “Bandung Lautan Damai”. 

Ini adalah pekan terakhir dan acara puncak Bandung Lautan Damai yang dimulai sejak akhir Oktober. Jaktarub bersama puluhan komunitas Bandung lainnya mengadakan berbagai acara seperti launching dan bedah buku, pentas seni, seminar, pelatihan jurnalistik, kampanye toleransi, dan lain-lain selama hampir dua minggu menjelang Hari Toleransi Internasional. 

Dalam pembukaannya di taman musik, penanggung jawab event, Wawan Gunawan yang juga dosen Filsafat UIN Sunan Gunung Djati, menjelaskan bahwa menerima perbedaan juga harus dilengkapi dorongan dan kerjasama dalam perbedaan itu. “Banyak dialami oleh teman-teman kita, yang Muslim lah yang mendorong Kristen sering ke Gereja, yang Kristen mendorong Muslim rajin ke mesjid,” dan sebagainya.
Hal ini penting, menurut Wawan, karena seorang pelaku agama yang baik dalam menjalankan agamanya akan sangat bermanfaat dan dirasakan sekitarnya. 

Di samping itu, menurutnya, Indonesia dibangun dengan “pondasi perbedaan”. 

Slogan Bhinneka Tunggal Ika adalah bukti keberagaman yang bahu-membahu membangun negara Indonesia, katanya. 

Namun kini, banyak bermunculan orang atau kelompok yang tidak siap menerma perbedaan. “Kita harus menyuarakan suara yang lain, bahwa kita siap hidup berbeda, bahkan bekerjasama dan saling mendorong dalam perbedaan tersebut,” katanya.

image
Lepas adzan Isya, panggung diisi oleh penampilan Perkusi PKH, pembacaan syair kepada Nabi Muhammad saw oleh anak-anak Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Orasi Budaya, pemutaran video Bandung Lautan Damai, Teater Obor, UKM Sadaya UNIKOM, host tamu Edi Brokoli, dan masih banyak lagi. 
Bandung Lautan Damai sendiri sudah jadi agenda tahunan sejak 2012 untuk menyuarakan perdamaian khususnya toleranai beragama. Menurut kordinator event, Lala Tobing, kampanye tahunan ini ingin mengajak masyarakat memaknai perbedaan dan mensinergikannya menjadi aksi kemanusiaan dan perdamaian. “Kami berharap kegiatan seperti ini akan terus menginspirasi dan meluas, seperti yang sudah diadakan di Jakarta, Sukabumi, dan lainnya,” katanya.

Muhammad/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *