Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 09 November 2014

Menteri Susi: Di Laut Kita Loyo


Menteri Susi Pudjiastuti.

Menteri Kelautan dan Perikanan mengeluhkan loyonya armada patroli di perairan Indonesia, memicu pertanyaan tentang keberhasilan proyek pengadaan alat senjata dan keamanan di era pemerintahan sebelumnya.

Tak seperti yang dibanggakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, penggelontoran dana gemuk Rp 100 triliun untuk memasok alat persenjataan dan keamanan ternyata hanya menghasilkan 70 kapal patroli buat TNI AL. Dari jumlah ini, hanya 10 yang bisa beroperasi. Per harinya, tiga kapal saja bertugas mengawal laut Indonesia yang luasnya sekitar 3.257.483 km². 

Kondisi di Kepolisian RI (Polri) tak kalah parah. Dari 490 kapal patroli Polri yang beroperasi hanya separuh. Itu pun beroperasi hanya dua jam sehari. Patroli juga berlangsung 10 hari dalam sebulan.

Kenyataan pahit ini diungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam rapat koordinasi dengan Polri dan TNI di kantor kementeriannya hari Rabu (5/11/) lalu. Ia juga mempertanyakan rencana penambahan kapal patroli. Di matanya, itu hanya sebentuk pemborosan anggaran.

“Saya memohon kepada parlemen kalau kayak begitu, bapak dan ibu harusnya tidak setujui anggaran penambahan kapal,” pintanya seperti dikutip situs Kompas.

“…Kenapa kita mau beli kapal kalau tidak ada yang dijalankan? Kecuali semua equipment [peralatan] dipakai maksimal, baru kita tambah,” lanjut Susi.

Kondisi ini menjadi tantangan khusus bagi pemerintahan Joko Widodo yang sempat berjanji menyelesaikan masalah pemancingan ilegal di perairan Indonesia. Pemancingan ini membuat Indonesia rugi Rp 300 triliun setiap tahunnya.  

(AR/Kompas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *