Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 13 July 2017

Menlu: OKI Bertanggungjawab Kenalkan Nilai Perdamaian dalam Islam Kepada Generasi Muda


OKI-Menlu5

islamindonesia.id – Menlu: OKI Bertanggungjawab Kenalkan Nilai Perdamaian dalam Islam Kepada Generasi Muda

 

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menuturkan, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan seluruh anggotanya memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan nilai perdamaian dan toleransi sebagai bagian dari ajaran Islam kepada anak muda. Hal itu disampaikan Retno saat berbicara di Konferensi Tingkat Menteri ke-44 OKI di Abidjan, Pantai Gading.

“Dengan moral, etika, dan nilai-nilai yang tinggi generasi muda Islam tidak saja dapat memajukan peradaban Islam, tapi juga peradaban dunia,” tuturnya,” kata Retno, seperti dilansir portal resmi Kementerian Luar Negeri Indonesiasia, (11/7).

Menlu Retno juga menekankan pentingnya untuk negara-negara OKI membangun dan perkuat kebiasaan dialog dalam menyelesaikan perbedaan dan konflik.  “Indonesia telah dan akan terus membangun kondisi yang kondusif agar terciptanya dialog untuk menjamin perdamaian dan stabilitas di dunia, khususnya di negara-negara Islam,” jelasnya.

Lebih lanjut Menlu RI menekankan bahwa banyak generasi muda Islam yang terjerat dan  menjadi korban ideologi terorisme, radikalisme dan ekstremisme. Kejadian di Marawi, Filipina harus menjadi wake up call bagi negara-negara OKI, bahwa telah terjadi regionalisasi terorisme, yang banyak melibatkan generasi muda termasuk perempuan yang terlibat menjadi teroris dan Foreign Terorist Fighters (FTF).

Menlu mengajak negara OKI meningkatkan upaya kolektif dalam penanggulangan terorisme, utamanya dengan mengatasi akar masalah dan melakukan kontra narasi terhadap ideologi radikal. “Memperkuat kerja sama antara negara OKI menjadi mandatory dalam penanggulangan terorisme dan radikalisme, khususnya dalam mencegah terjerumusnya pemuda Islam,” sebut Menlu Retno.

Mengakhiri sambutannya, Menlu Retno menegaskan pentingnya pendidikan yang baik bagi generasi muda dan untuk menempatkan kaum muda sebagai bagian utama dari pembangunan. Negara-negara anggota OKI perlu merancang pendidikan yang menanamkan nilai toleransi, menghormati satu sama lain, dan perdamaian semenjak dini.

“Kita memiliki tanggung jawab untuk generasi penerus kita, marilah kita menuntun dengan memberikan teladan dan membesarkan mereka dengan nilai Islam yang damai” ujar Menlu Retno menutup pernyataannya pada KTM ke-44 OKI.

KTM OKI adalah pertemuan puncak tahunan tingkat Menteri Luar Negeri negara-negara anggota OKI yang dilaksanakan untuk mengkaji perkembangan pelaksanaan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan pada Konferensi Tingkat Tinggi (Kepala Negara/Pemerintah).

Seperti diketahui Organisasi Kerjasama Islam –  dahulu dikenal Organisasi Konferensi Islam adalah organisasi internasional dengan 57 negara anggota yang memiliki seorang perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa. OKI didirikan di Rabat, Maroko pada 12 Rajab 1389 H (25 September 1969) dalam Pertemuan Pertama para Pemimpin Dunia Islam yang diselenggarakan sebagai reaksi terhadap terjadinya peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa pada 21 Agustus 1969 oleh kelompok ekstrimis di Yerusalem. Indonesia sendiri masuk dalam Organisasi ini sejak 1969.[]

 

YS/ Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *