Satu Islam Untuk Semua

Monday, 15 May 2017

Mengenang Kunjungan Keturunan Putri Campa Gus Dur ke Masjid Beijing


unnamed

Islamindonesia.id – Mengenang Kunjungan Keturunan Putri Campa Gus Dur ke Masjid Beijing

 

Kunjungan Presiden Jokowi ke Masjid Niujie di Beijing (14/5) mengingatkan kunjungan Presiden RI IV KH. Abdurahman ‘Gus Dur’ Wahid. Gus Dur mengunjungi masjid yang dibangun pada masa Dinasti Liao (912-1125) itu di sela kunjungan kenegaraannya di China pada 3 Desember 1999.
Saat itu Gus Dur mendapatkan sambutan meriah dari warga setempat karena memang secara terang-terangan mengaku nenek moyangnya Tionghoa asli.

Kantor berita Antara melaporkan, Gus Dur merupakan keturunan dari Tan A Lok, anak perempuan Putri Campa, salah satu selir Raja Majapahit, Brawijaya V. Tan A Lok menikah dengan Tan Kim Han, tokoh muslim Tionghoa abad ke-15 hingga ke-16.

Tan Kim Han ikut bersama Laksamana Cheng Ho (Zheng He), orang kepercayaan Kaisar Yongli yang merupakan kaisar ketiga Dinasti Ming, melakukan ekspedisi ke wilayah Nusantara pada 1907.

Peneliti berkebangsaan Prancis Louis Charles Damais belakangan menemukan makam Tan Kim Han yang memiliki nama lain Abdul Qodir Al Shini itu di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Pengakuan Gus Dur itu juga diperkuat oleh Presiden Asosiasi Muslim RRC Yang Faming yang menuturkan bahwa budaya muslim Indonesia-China terjalin sejak abad ke-15.

Seperti diketahui, di Beijing, Presiden Joko Widodo mendapatkan penjelasan mengenai awal kedatangan muslim Tiongkok yang datang ke Indonesia pada abad ke-15 yang lalu. Penjelasan ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Islam Tiongkok dan Imam Masjid Niujie, Beijing, Republik Rakyat Tiongkok.

Menurut laporan Setkab.go.id, Jokowi mengaku sangat senang karena umat muslim yang ada di RRT ini sangat didukung dan diberikan ruang oleh pemerintah setempat. Bahkan menurut informasi yang diterimanya dari Imam Masjid, umat muslim yang ada di Tiongkok ini ada 23 juta. Sebuah jumlah yang membuat Presiden merasa kaget. Selain itu, di Tiongkok ada 23.000 masjid, yang menurutnya jumlah yang tidak sedikit.

“Ternyata hubungan dengan Tiongkok dimulai pada abad 15 lalu, ketika muslim Tiongkok berdagang, mendarat di Lasem, di Palembang. Sehingga hubungan antara Tiongkok dan kita itu sudah cukup lama,” ucap Presiden sebagaimana dikutip dari rilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Minggu (14/05).[]

 

YS/ islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *