Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 11 November 2014

Mengenal KH. Abdul Wahab Hasbulloh, Pahlawan Nasional Pendiri NU


KH Abdul Wahab Hasbuloh.

Kenalkah Anda siapa KH. Abdul Wahab Hasbulloh yang baru dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi Jumat kemarin? Beliau adalah seorang ulama dari Jawa Timur yang lahir di Jombang pada 31 Maret 1888 dan wafat pada 29 Desember 1971. Ulama kharismatik ini adalah ulama pendiri Nahdatul Ulama (NU) dan dikenal sebagai pelopor kebebasan berpikir serta aktif dalam berbagai forum organisasi di jaman pergerakan kemerdekaan.

Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/Tahun 2014, KH. Abdul Wahab Hasbulloh diberikan  gelar pahlawan nasional beserta tiga tokoh lainnya, yaitu letjen TNI (Purn) Djamin Ginting, Sukarni Kartodiwirjo, dan HR Mohammad Mangoendiprojo. Keputusan itu ditandatangani presiden ketujuh RI pada tanggal 6 November 2014.

Beliau pernah belajar di pesantren Langitan Tuban, Pesantren Mojosari Nganjuk, Pesantren Tawangsari Sepanjang dan Pesantren Tebuireng Jombang di bawah asuhan Hadratusy Syaikh KH. M. Hasyim Asy‘ari. Kyai Wahab juga pernah pernah belajar pada Syaikh R. Muhammad Kholil Bangkalan, Madura bahkan pergi  ke Mekkah untuk belajar kepada Syaikh Mahfudz at-Tirmasi dan Syaikh Al-Yamani.

Dalam karir politik dan perjuangan beliau berjasa bukan hanya untuk NU namun untuk bangsa Indonesia. Beliau adalah pejuang di jaman penjajahan Jepang ketika menjadi Panglima Laskar Mujahidin (Hizbullah). Beliau juga tercatat sebagai anggota DPA bersama Ki Hajar Dewantoro. mendirikan kursus bernama “Tashwirul Afkar”.

Kiai Wahab juga pendiri organisasi Sarekat Islam cabang Mekkah, Nahdlatul Wathan (organisasi kebangsaan bersama KH Mas Mansur) pada tahun 1916, Syubbanul Wathan (gerakan pemuda kebangsaan), Nahdlatuttujjar (Gerakan Kebangkitan Para Pedagang), Tashwirul Afkar (forum pencerahan pemikiran) tahun 1914, dan terlibat dalam Islamic Studi Club bersama dokter Soetomo.

Ketika Raja Saudi tahun 1926 dengan pemikiran Wahabinya akan membongkar makam Rasulullah Saw, beliaulah yang menjadi Ketua Tim Komite Hijaz, yaitu utusan ulama-ulama Indonesia yang meminta dan memprotes kebijakan raja Saudi tersebut. Komite Hijaz inilah yang menjadi cilah bakal kelahiran Nahdlatul Ulama (NU).

Kiai Wahab menjadi pencetus dasar-dasar kepemimpinan NU dengan adanya dua badan, Syuriyah dan Tanfidziyah sebagai usaha pemersatu kalangan Tua dengan Muda ulama-ulama saat itu. Sehingga organisasi NU berjasa besar bagi bangsa Indonesia dan dunia Islam hingga sekarang.

Tanggal 10 November yang diperingati sebagai  Hari Pahlawan, juga berawal dari ide Kiai Wahab ketika melahirkan Laskar Hizbullah dan Barisan Kiai yang terlibat dalam perang 10 November 1945 di Surabaya.

(MA/Islam Indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *