Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 10 September 2017

Mendagri: Jangan Berobat ke Rumah Sakit yang Hanya Berpikir Uang


Screen-Shot-2016-07-19-at-9.33.58-pm-858x380

islamindonesia.id – Mendagri: Jangan Berobat ke Rumah Sakit yang Hanya Berpikir Uang

 

Wafatnya bayi berinisial D yang diduga akibat hambatan administrasi Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta, membuat sejumlah pejabat pemerintah geram. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bilang, publik dapat memberikan sanksi sosial terhadap rumah sakit yang tidak manusiawi dalam menangani pasien. “Mari beri sanksi sosial terhadap RS yang tidak manusiawi. Paling tepat adalah jangan berobat ke RS yang tidak manusiawi, berpikirnya hanya uang, uang, tanpa rasa kemanusiaan,” tegas Tjahjo Kumolo melalui pesan singkat di Jakarta, seperti dilansir Antara, 10/9

Sebelumnya, bayi berinisial D dinyatakan wafat dalam kondisi kritis yang diduga akibat tidak ditangani secara langsung oleh pihak RS. Pihak keluarga korban tidak dapat membayar uang muka biaya pengobatan, dan pihak RS juga bukan rekanan dari BPJS kesehatan.

Dokter atau perawat di RS tersebut tahu bayi berinisial D sakit parah dan harus ada tindakan gawat darurat, namun malah disarankan untuk dirujuk ke RS lain yang bekerja sama dengan BPJS. Upaya mencari RS rujukan memakan waktu cukup lama sehingga akhirnya bayi berinisial D meregang nyawa. “Harusnya ditangani dulu, kalau sudah stabil bisa dirujuk. Rumah sakit yang tidak memroses pasien dalam kondisi darurat harus diberikan sanksi oleh masyarakat dan pers,” jelas dia.

Pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres juga angkat suara soal kasus ini. Dalam keterangan persnya, pihak manajemen menyampaikan bahwa awalnya pasien D diterima instalasi gawat darurat (IGD) sekitar pukul 03.40 WIB dalam keadaan tidak sadar dan tubuh tampak membiru. “Pasien dengan riwayat lahir prematur memiliki riwayat penyakit jantung bawaan (PDA) dan keadaan gizi kurang baik,” kata pihak manajemen dalam keterangan persnya.

Dalam keterangan persnya, pihak rumah sakit menyebut Henny menolak perawatan di ICU lantaran terkendala biaya. Dokter pun menawarkan kepada Henny agar bayinya dirujuk ke RS yang bekerja sama dengan BPJS. “Ibu pasien setuju. Dokter pun membuat surat rujukan dan kemudian pihak RS berusaha menghubungi beberapa RS yang merupakan mitra BPJS. Dalam proses pencarian RS tersebut, baik keluarga pasien maupun pihak rumah sakit kesulitan mendapatkan tempat,” tulis manajemen.[]

YS/ IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *