Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 11 August 2018

Masjid Kuno 300 Tahun Selamat dari Guncangan Gempa Lombok


Masjid Kuno 300 Tahun Selamat dari Guncangan Gempa Lombok

islamindonesia.id – Masjid Kuno 300 Tahun Selamat dari Guncangan Gempa Lombok

 

Gempa bumi yang mengguncang Lombok beberapa hari lalu, menyisakan duka mendalam bagi ribuan warga yang kehilangan sanak keluarga, bangunan dan rumah mereka. Namun di antara ratusan rumah dan bangunan berbahan beton yang hancur bahkan rata dengan tanah, ada beberapa bangunan berbahan bambu yang justru selamat. Salah satunya, masjid kuno Bayan di Kampung Adat Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang tetap berdiri tegak meski diguncang gempa dengan kekuatan 7 Skala Richter (SR) dan susulan 6,2 SR itu.

Dari pantauan, Jumat (10/8/2018), masjid yang berjarak 80 kilometer dari Ibu Kota Provinsi NTB, sama sekali tidak mengalami kerusakan yang berarti. Kecuali pagar tembok terlihat berserakan dihempas gelombang gempa yang berlangsung terus menerus.

Masjid yang berdindingkan bambu dan beratapkan kerangka bambu dan ditutup ijuk serta berpondasikan batu itu, terlihat masih berdiri kokoh di atas gundukan bukit kecil.

Demikian pula halnya rumah adat di Kampung Adat Bayan juga, tidak ada kerusakan, seperti di Bayan Barat yang terdiri tiga lumbung padi dan 2 bruga (pendopo). Warga kampung adat juga tetap menghuni rumahnya yang terbuat dari bambu serta beratapkan ilalang.

“Alhamdulillah tidak ada yang rusak,” kata Raden Kertamaji, penjaga rumah adat kepada Antara. Kerusakan hanya pada pagar tembok yang membatasi dengan jalan raya saja.

“Ini pagar tembok sedang dibersihkan,” katanya.

Masjid kuno Bayan itu telah masuk bagian dari situs bersejarah karena berdiri pada abad ke-17. Saat ini diperkirakan usianya telah lebih dari 300 tahun.

Kecamatan Bayan adalah salah satu gerbang masuknya Islam di Pulau Lombok. Di kecamatan inilah, Islam pertama kali diperkenalkan, dan Masjid Bayan Beleq merupakan masjid pertama yang berdiri di pulau tersebut. Masjid kuno Bayan dihormati oleh pemeluk Agama Islam Wetu Telu.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *