Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 10 July 2014

Mari Menuju Allah Dengan Fun


Freevector

Semua tindakan kita, dasar atau tidak, sesungguhnya merupakan pencarian tanpa henti untuk mendekati Kesempurnaan Mutlak.

Al-Qur’an menerangkan, “Hai manusia sesungguhnya kau bersusah payah dengan tekun-gigih menuju Tuhanmu, lalu kau pasti akan menemui-Nya.” (QS 84: 6). Mencari Kesempurnaan Mutlak memang telah tertanam dalam fitrah setiap manusia sejak sebelum ia hidup di dunia ini. Tak ada manusia yang menyenangi kekurangan, kebodohan, kemiskinan, penderitaan, dan kesengsaraan. Semua manusia, besar atau kecil, pandai atau pandir, kaya atau miskin, sama-sama berupaya menggapai kesempurnaan.

Hanya saja, tidak semua orang sama dalam melihat kesempurnaan. Sebagian besar manusia salah menilai, salah memahami dan salah memandang, sehingga yang tidak Sempurna Mutlak dianggapnya sebagai sempurna, yang bukan Tuhan disembahnya seperti tuhan. Akibatnya, mereka tak akan memperoleh kebahagian, melainkan justru semakin jauh tenggelam di gelapnya neraka siksaan dan kesengsaraan.

Sebaliknya, manusia yang memandang tajam, memahami benar dan menilai tepat akan berlari kencang menuju Allah yang merupakan satu-satunya Dzat yang Sempurna Mutlak. Saat berada di dekat Dzat itulah jiwanya menjadi tenang, bahagia, bermandikan cinta mutlak yang senantiasa diidam-idamkannya. Allah berfirman, “Adapun jika dia termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia akan beroleh ketenteraman dan kelapangan serta surga-surga kenikmatan…Dan adapun jika dia termasuk para pendusta yang tersesat, maka dia akan beroleh hidangan air mendidih dan dibakar di dalam neraka.” (QS 56: 88-94).

Sekarang, marilah kita sejenak memusatkan perhatian dan bertanya: Adakah dalam segenap alam kemaujudan yang membentang luas ini, atau di lorong-lorong khayalan kita yang tak berujung itu, atau di tingkatan-tingkatan analisis akal yang menjulang itu, sesuatu yang memiliki sifat-sifat Kesempurnaan Mutlak dan Keindahan Mutlak selain Dzat Kudus yang kita panggil dengan Allah?! Adakah keindahan mutlak tanpa cacat, selain keindahan Sang Kekasih Mutlak ini? Adakah kekuasaan yang lebih langgeng dari kekuasaan-Nya?! Adakah pemberian yang lebih besar daripada pemberian-Nya?! Adakah bantuan yang lebih kita harapkan dari bantuan-Nya?! Adakah Tuhan yang layak menjadi Sesembahan, Tumpuan dan Peraduan selain-Nya?! Adakah Keindahan Abadi yang lebih mendebarkan daripada-Nya?!

Wahai para pecinta Dzat Mahakekal dan para pendamba Kekasih yang Suci dari semua cacat, wahai kupu-kupu yang terbang mengitari Cahaya Keindahan Mahamutlak, wahai laron-laron yang terbakar api kerinduan pada Dzat yang Sempurna Mutlak dan para musafir yang terkurung dalam lembah kemabukan cinta, kembalilah kepada fitrah kalian, bukalah lembaran-lembaran jiwa itu, maka niscaya kalian akan mengetahui bahwa Dzat Yang Mahakuasa telah menggariskan dalam fitrah kalian suatu ketetapan yang berbunyi: Sesungguhnya aku palingkan wajahku kepada-Nya, yang telah menciptakan langit dan bumi… (QS 6: 79) dan Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang dengannya Dia menciptakan manusia. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, meskipun kebanyakan manusia tidak mengetahui  (QS 30: 30)

Tiap insan pasti merasakan kecintaan yang tak mungkin padam, suatu perasaan rindu dan membara pada Kekasih dan Kesempurnaan Mutlak. Dan kecenderungan ini yang tak mungkin berubah atau berkurang: Sesungguhnya tak ada perubahan dalam ciptaan Allah. Hanya makrifat dan cinta Allah yang bisa memuaskan kecenderungan dan kerinduan membara ini.

Maka itu, tanyakan pada diri masing-masing, sampai kapan kita harus menyia-nyiakan kesucian cinta yang telah dilimpahkan Allah dalam hati ini dengan mencintai sembarang kekasih yang serba cacat dan lemah?! Bukankah semua itu hanya karena kita terjebak khayalan sesaat yang sangat menipu, khayalan yang memoles makhluk buruk dan cacat sebagai sempurna dan indah?! Jika objek cinta kita adalah keindahan yang berakhir dan kesempurnaan yang terbatas, mengapa pula api cinta dalam dada ini tak pernah mereda setiap kali kita meraihnya?

Wahai jiwa, bangunlah dari tidur nyenyak ini, dan bergembiralah karena sebenarnya kau memiliki Kekasih tanpa kekurangan, cacat, dan batasan. Cahaya yang kau cari adalah Cahaya yang sinar-Nya menerangi alam semesta, Allah adalah cahaya langit dan bumi …. (QS 24: 35)                                       

Hai manusia yang berakal, kecintaan hakiki dalam fitrahmu itu takkan terpuaskan kecuali dengan Kekasih yang Hakiki pula. Tak mungkin ia sudi bermesraan dengan makhluk yang cacat, sekiranya untuk sesaat saja ia menyadarinya. Apa saja yang dapat dipikirkan oleh akal atau dibayangkan oleh khayalan bukanlah Dzat Mutlak. Pecinta hakiki dan cinta sejati yang membakar jiwa dan ragamu tak mungkin tanpa Kekasih Hakiki, dan tak ada Kekasih Hakiki lain kecuali Allah kepada-Nya fitrah manusia pada akhirnya, dalam keadaan suka atau terpaksa, akan berpaling. Nah, bergegaslah sebelum terlambat, penuhi dadamu dengan Kekasih Sejati… Adakah suatu keraguan tentang Allah, Pencipta langit dan bumi? (QS 14: 10).

One response to “Mari Menuju Allah Dengan Fun”

  1. Mulyata says:

    Enak dibaca….??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *