Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 15 November 2015

Lepas Insiden Paris, Menlu Dunia Gelar Dialog


epa05023831 A general view of damage outside the Bataclan concert venue in Paris, France, 13 November 2015, where a gunman has reportedly taken people hostage. At least 26 people have died in attacks in Paris on 13 November after reports of a shootout and explosions near the Stade de France stadium.  EPA/CHRISTOPHE PETIT TESSON

Sehari lepas teror maut mendera Paris, sejumlah menteri luar negeri menggelar dialog untuk segera mengakhiri konflik di Suriah, meski jurang perbedaan pendapat masih menganga lebar di antara mereka.

Dalam pertemuan di Vienna kemarin, diplomat dari  selusin lebih negara sepakat mencari “jalan  cepat  sesegera mungkin” untuk menghentikan krisis berdarah di Suriah.

Hanya saja, ada perbedaan cukup dalam. Menteri Luar Negeri AS John Kerry bersama sekutunya — Saudi Arabia dan negara-negara Arab Teluk Persia — bersikeras  Presiden Bashar Assad harus lengser dari kekuasaan.

“Perang ini tak akan berakhir — perang ini tak bisa berakhir — selama masih ada Assad,” kata Kerry.

Tapi Menlu Rusia Sergey Lavrov menolak keras. “Serangan Paris menunjukkan — bersamaan dengan klaim ISIS sebagai pihak bertanggung jawab dalam serangan itu — bahwa ISIS adalah musuh Anda, tak peduli Anda setuju dengan Assad atau menentangnya…” sanggah Lavrov.

Para peserta dialog juga masih terbelah perihal penentuan mana kelompok yang dianggap sebagai teroris dan oposisi. Yang terakhir, akan diundang dalam dialog antara pemerintah Suriah dan kelompok oposisi yang akan digelar 1 Januari mendatang.

Para menteri luar negeri juga berharap sebuah pemilu yang diikuti semua warga Suriah — baik para pengungsi — dan diawasi PBB dapat segera diselenggarakan.

Anisa/NewYorkTimes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *