Satu Islam Untuk Semua

Monday, 24 October 2016

KPU DKI Tetapkan 3 Pasang Cagub-Cawagub, Menag: Jadikan Agama untuk Hal Baik, Bukan Alat Pecah-Belah dalam Pilkada


kpu-dki-tetapkan-3-pasan-cagub-cawagub-menag-jadikan-agama-untuk-hal-baik-bukan-alat-pecah-belah-dalam-pilkada

islamindonesia.id—KPU DKI Tetapkan 3 Pasang Cagub-Cawagub, Menag: Jadikan Agama untuk Hal Baik, Bukan Alat Pecah-Belah dalam Pilkada

Hari ini, Senin (24/10/2016) Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta secara resmi sudah menetapkan tiga pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur sebagai calon kepala daerah yang akan bersaing dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Dalam pengumuman resminya, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno menyebutkan ketiga pasangan calon tersebut terdiri dari Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Nasdem.

Kemudian Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Koalisi Cikeas terdiri dari Partai Demokrat, PKB, PPP, dan PAN, dan ketiga, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS.

Seiring penetapan KPUD tersebut, untuk menghindari konflik horizontal akibat isu-isu SARA jelang Pilkada, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin mengimbau agar semua pihak pandai-pandai menahan diri untuk tidak menjadikan agama sebagai alat politik pecah-belah di tengah umat.

Hal ini perlu dilakukan kata Menag, karena berdasarkan Survei Badan Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama pada 2015 menunjukkan, bahwa tingkat kerukunan umat beragama di Indonesia sudah cukup tinggi, yakni 75,36 persen. Sementara diprediksi angka itu berpotensi menurun pada tahun 2016 dan 2017, mengingat adanya momen Pilkada serentak di Tanah Air.

“Tapi angka ini sangat dinamis,” ujar Lukman di Kantor Kepala Staf Presiden, Jakarta, Senin (24/10/2016).

Menurutnya, kerukunan antarumat beragama bergantung pada dua hal. Pertama, kesiapan aparat pemerintah dan aparat hukum dalam merespons gejala intoleransi. Kedua, kontribusi tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menciptakan situasi yang adem dan kondusif.

“Mereka inilah yang memengaruhi tercipta atau tidaknya kerukunan umat beragama,” ujar Lukman.

Jika pemerintah dan tokoh masyarakat serta tokoh agama menjalankan perannya dengan baik, Lukman yakin, meskipun Pilkada berlangsung, angka kerukunan antarumat beragama di Indonesia bakal tetap bertahan di angka yang sama seperti di tahun 2015.

Lukman juga berpesan kepada calon kepala daerah beserta tim suksesnya untuk tidak menjadikan agama sebagai bahan untuk mendongkrak elektabilitas atau menjatuhkan pihak lawan.

“Saya mengajak agar agama digunakan untuk melakukan hal-hal yang baik. Bukan untuk memecah belah kita. Bukan untuk konfrontatif,” ujar Lukman.

“Tantangannya, Pilkada itu seringkali menyeret isu agama menjadi faktor mobilisasi massa atau mendongkrak suara. Ini perlu kematangan kita,” pungkasnya.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *