Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 16 May 2017

Kompas Bantah Lakukan Survei ‘80 % Mahasiswa Pilih Syariah Ketimbang Pancasila’


Kompas Bantah Lakukan Survei ‘80 % Mahasiswa Pilih Syariah Ketimbang Pancasila’

islamindonesia.id – Kompas Bantah Lakukan Survei ‘80 % Mahasiswa Pilih Syariah Ketimbang Pancasila’

 

Akhir-akhir ini beredar informasi di berbagai kanal percakapan dan juga media sosial soal ideologi Pancasila yang tak lagi diminati oleh para mahasiswa. Pesan yang diedarkan tersebut mengklaim bersumber pada survei yang dilakukan Kompas.

Isi pesan tersebut memuat informasi yang seolah-olah merupakan hasil survei Kompas di 11 kampus ternama di Indonesia. Hasil survei itu memang pernah dimuat di harian Kompas, namun survei tersebut bukan survei yang dilakukan Kompas.

Pemimpin Redaksi harian Kompas, Budiman Tanuredjo, menegaskan, Kompas tidak pernah menerbitkan penelitian soal mahasiswa dan preferensi ideologi mereka, seperti ramai dibincangkan di media sosial akhir-akhir ini.

Kompas hanya pernah menerbitkan berita terkait ideologi mahasiswa pada hari Selasa, tanggal 4 Maret 2008, di halaman 2. Sumber berita tersebut adalah sebuah survei tahun 2006 yang disampaikan oleh Ketua Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (GMPI), Danial Nafis.

Dalam berita berjudul “Mahasiswa Tak Minati Pancasila” itu disebutkan, Ketua Umum GMPI Danial Nafis menyatakan, 80 persen mahasiswa memilih syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara, 15,5 persen responden memilih aliran sosialisme dengan berbagai varian sebagai acuan hidup.

“Hanya 4,5 persen responden yang masih memandang Pancasila tetap layak sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara,” kata Danial dalam terbitan tersebut.

Hasil penelitian itulah yang kembali diungkap dan ramai diperbincangkan di media sosial akhir-akhir ini, namun dengan tambahan informasi bahwa hasil tersebut merupakan survei yang dilakukan Kompas.

“Sekali lagi, Kompas dan Litbang Kompas tidak pernah melakukan penelitian dan tak pernah merilis hasil penelitian terkait Pancasila dan ideologi mahasiswa,” tegas Budiman.

Pemimpin Redaksi Kompas menyatakan, tidak tahu dari mana para mahasiswa mengutip hasil riset tersebut, apalagi survei dilakukan terhadap mahasiswa di 11 kampus ternama dan bergengsi seperti UI, ITB, UGM, IPB, Unair, Unibraw, Unpad, Unhas, Unand, Unsri, dan Unsyiah.

“Apa yang beredar di media sosial itu bukanlah hasil penelitian Litbang Kompas,” tegasnya.

 

EH / Islam Indonesia – Sumber: Kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *