Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 10 September 2016

KOLOM – MEMAHAMI ISLAM: Makna Hidayah


img_20160909_221901

IslamIndonesia.id – MEMAHAMI ISLAM: Makna Hidayah

 

Oleh: Abdillah Toha 

 

Dalam bahasa sederhana, hidayah berarti petunjuk atau bimbingan. Namun dalam bahasa agama, hidayah lebih dikhususkan terutama sebagai petunjuk dari Yang Maha Pemberi Petunjuk ( Al-Hadi) yang tidak lain adalah Allah SWT. Dalam beberapa hal, Al-Qur’an juga mengunakan kata hidayah sebagai petunjuk yang datang dari Rasulullah SAW. Dalam Islam, dua petunjuk utama bagi penganutnya adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Mengapa manusia memerlukan petunjuk? Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dari keperluan mendapatkan petunjuk. Berbagai petunjuk dan rambu-rambu jalan, umpamanya, dibuat agar kita dapat mencapai tujuan dengan lebih cepat dan tidak tersesat. Peta dan alat-alat navigasi modern dibuat agar kapal laut, pesawat udara, dan berbagai alat transportasi selamat sampai di tujuan. Di era informasi saat ini, dengan memanfaatkan satelit, Global Positioning System (GPS) digunakan sehari-hari guna mencari alamat dan memilih jalan yang hambatannya paling kecil.

Petunjuk diperlukan karena kita tidak menguasai semua informasi. Apalagi ketika informasi dan pilihan melimpah di hadapan kita. Hidayah dari Allah diperlukan karena manusia kerap kali gagal membedakan antara yang benar dan yang salah, yang baik dan yang jahat, serta antara yang indah dan yang buruk.

Manusia sebenarnya juga tidak sepenuhnya mengenal siapa dirinya, dari mana asal usulnya, dan kemana dirinya menuju. Dari sisi sumbernya, petunjuk dibagikan agar tidak terjadi chaos dan kekacauan dalam hubungan antara penerima petunjuk dan entitas lain. Bila dalam masalah yang sederhana saja kita masih memerlukan bantuan petunjuk jalan, bagaimana dengan masalah yang jauh lebih rumit yang menyangkut perjalanan hidup kita?

Sebagai orang beriman kita percaya bahwa perjalanan hidup kita bukan hanya di dunia. Dari sejak alam roh, kehidupan di rahim ibu, bersambung terus sampai kepada kehidupan di sini dan kini yang akan berlanjut ke kehidupan di alam barzakh dan ujungnya di akhirat. Perjalanan panjang yang tidak kita kuasai petanya maupun liku-liku hambatan yang ada dalam perjalanan. Karenanya manusia memerlukan GPS kehidupan yang disebut Hidayah agar kita sampai ke tujuan akhir dengan selamat dan sentosa.

Ada sebuah kata lain yang sering digandengkan dengan hidayah, yakni taufik, yang tidak akan kita bahas disini. Secara ringkas, taufik berarti karunia Allah berupa kemampuan dan pembuka jalan bagi manusia untuk meraih keberhasilan atas dasar hidayah yang telah didapatnya.

Sifat Rahman dan Rahim Allah yang memayungi seluruh sifat-sifatNya melahirkan kehendak Allah untuk memberi petunjuk kepada makhluk ciptaanNya. Petunjuk atau hidayah yang bersifat umum diberikan oleh Yang Maha Kuasa kepada seluruh makhlukNya tanpa diminta dan tanpa pandang bulu. Kepada hewan diberikan insting dan kepada manusia diberikan akal dan hati agar mampu mempertahankan hidupnya di alam jasad ini. Kepada manusia yang berakal diberikan pula ilmu secukupnya yang dapat dikembangkan menjadi petunjuk sementara dalam mengatasi sebagian permasalahan hidup di bumi.

Hidayah umum ini merupakan bagian tak terpisahkan dan menyatu dengan proses penciptaan. Ternyata insting, akal, hati, dan ilmu pengetahuan yang dikaruniakan Tuhan hanya bisa mengatasi sebagian dan tidak pernah cukup untuk mengatasi semua persoalan hidup di bumi. Hal ini dibuktikan dalam sejarah manusia yang tidak pernah berhenti dari peperangan, kekacauan, permusuhan, perebutan kekuasaan dan kekayaan alam, kemiskinan, penyakit, dan keburukan-keburukan lain.

Sebagai orang beriman juga memerlukan petunjuk perjalanan yang lebih panjang dari sekadar kehidupan duniawi. Karenanya, disamping hidayah umum, manusia masih memerlukan hidayah khusus dan tambahan yang dapat membimbing kita ke soal-soal yang berada diluar lingkup keterbatasan akal kita. Hidayah jenis ini tidak tersedia secara otomatis tetapi hanya diberikan kepada mereka yang meminta dan berupaya keras meraihnya melalui doa, amal, dan ketulusan hati.

Shalat adalah salah satu bentuk doa. Dalam surah Al-Fatihah yang kita baca berulang-ulang pada setiap shalat terdapat permohonan agar kita diberi hidayah (ihdinasshiratal mustaqim) petunjuk jalan yang lurus, jalan kenikmatan yang diraih oleh hamba-hamba Allah yang saleh, dan bukan jalan yang dimurkaiNya. Di luar shalat, banyak sekali doa-doa yang berasal dari Rasulullah SAW yang memohon bimbingan dan petunjuk Allah.

Hidayah diperlukan manusia beriman terus menerus karena keyakinan bahwa semua tindak tanduk dan keberhasilan upaya manusia bergantung kepada kehendak dan izin Allah. Oleh karenanya, bimbingan dan pertolongan Allah selalu diperlukan dalam setiap tahap upaya manusia.

Ada lebih dari 300 ayat yang menyebut hidayah dalam berbagai bentuknya di Al-Qur’an (huda, ihtada, muhtadi, dsb) karena hanya Allah yang mengetahui mana jalan yang benar dan mana jalan yang sesat. Karenanya, sebagian orang dan ulama yang sering menuduh kelompok tertentu telah sesat sebenarnya dengan keangkuhannya sedang mengklaim bahwa dirinya mewakili Allah dan mendahului Allah dengan mengetahui apa yang diketahui Allah, mengetahui mana jalan yang benar dan mana yang sesat. Sedangkan Allah telah berfirman, “Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. [Q.S. An Nahl: 125]

Beberapa ayat Al-Qur’an menekankan tentang “prerogatif” Allah dalam menentukan kepada siapa hidayah akan diberikan dan kepada manusia yang bagaimana hidayah akan tertutup baginya. Bahkan Allah akan (membiarkan) sesat mereka yang telah mengotori dan menutup hatinya untuk beriman karena berbagai motivasi dan alasan.

Salah satu nama Al-Qur’an adalah Al-Huda yang berarti (buku) petunjuk dan bimbingan. Allah bersabda bahwa wahyu Allah yang terkumpulkan dalam kitab suci Al-Qur’an merupakan hidayah bagi al-muttaqin (mereka yang bertakwa). Siapakah mereka itu?

Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat, dan yang menafkahkan (menyedekahkan) sebagian rezeki yang diterimanya kepada yang berhak menerima. Mereka adalah yang beriman kepada (kebenaran) Al-Qur’an dan kitab-kitab suci sebelumnya, serta berkeyakinan akan adanya kehidupan akhirat. (QS 2:2-4) Dalam ayat lain, disebutkan bahwa hidayah diberikan hanya kepada mereka yang beriman. (QS 64:11)

Pertanyaan yang timbul, mengapa mereka yang sudah beriman dan bertakwa masih memerlukan hidayah? Bukankah untuk menjadi beriman dan bertakwa telah didahului dengan hidayah yang diperolehnya? Hidayah yang mendahului sikap beriman dan bertakwa adalah hidayah umum yang dikaruniakan Allah kepada semua makhlukNya seperti diuraikan di atas.

Dari hidayah umum itu sebagian manusia dengan menggunakan akal dan membuka hatinya menemukan jalan menjadi beriman dan bertakwa. Sedang sebagian lainnya yang menutup hatinya gagal memanfaatkan karunia akal dan ilmunya untuk menaikkan derajat kemanusiaannya menjadi orang beriman.

Bagi mereka yang kemudian beriman dan bertakwa disediakan hidayah khusus dan ekstra yang bertingkat-tingkat sesuai dengan derajat keimanan dan ketakwaannya. Makin tinggi iman, amal, ibadah, dan kebersihan hatinya makin terbuka luas peluang meraih hidayah Allah yang berlapis-lapis yang akan membimbingnya kepada kehidupan yang tenteram lahir dan batin, selamat sampai tujuan akhir di haribaan Allah Yang Maha Mengetahui segalanya.

Allah berfirman, “Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya.” [Q.S. Muhammad: 17]

Semoga kita semua menjadi bagian dan bersama mereka yang mendapatkan taufik dan hidayahNya serta dibukakan jalan yang terang benderang menuju ridhaNya.

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan karuniakanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia).” [Q.S. Ali ‘Imran: 8). []

AT – 10-09-2016

 

 

YS/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *