Satu Islam Untuk Semua

Friday, 14 April 2017

Kisruh Deklarasi FPI, Kapolrestabes: Tak Ada FPI Juga Semarang Sudah Aman


6ea3d07f-838c-4be3-86d9-23c730dd7058_169

islamindonesia.id – Kisruh Deklarasi FPI, Kapolrestabes: Tak Ada FPI Juga Semarang Sudah Aman

 

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji memerintahkan kegiatan deklarasi pembentukan Front Pembela Islam (FPI) Kota Semarang yang digelar di rumah salah seorang pengurus FPI Jawa Tengah di Semarang, Kamis malam, dibubarkan.

“Demi keamanan dan kenyamanan bersama, acara ini dibubarkan,” kata Abiyoso seperti dilansir Antara usai audiensi dengan perwakilan FPI dan organisasi kemasyarakatan penolak kegiatan itu tadi malam, 13/4.

Kegiatan pembentukan FPI Kota Semarang digelar di rumah Ketua Advokasi Hukum FPI Jawa Tengah Zainal Abidin. Menurut dia, keputusan tersebut diambil mengingat banyaknya penolakan terhadap pembentukan FPI.

Karena terjadi ketegangan, audiensi dilakukan dengan mendatangkan perwakilan ormas yang menolak FPI untuk bertemu pihak FPI yang diwakili beberapa orang antara lain ketua tim Advokasi FPI Zaenal Petir, ketua DPD FPI Jawa Tengah Rofiudin, Ketua FPI Temanggung Sihabudin.

Di awal dialog, Wakil Ketua Laskar Merah Putih, Iwan Cahyono, langsung menyampaikan penolakan keberadaan FPI di Kota Semarang. Ia juga mengungkapkan kekecewaan terhadap pribadi Zaenal yang kini merupakan salah satu komisioner Komisi Informasi Publik tapi justru menjadi bagian ormas FPI.

“Sampai kapanpun kami menolak keberadaan FPI di Kota Semarang. Kami harap segera dibubarkan (acara pengukuhan),” kata Iwan seperti dilaporkan detik.com.

Pihak FPI kemudian menjelaskan berbagai hal termasuk soal FPI yang bukan anti-Pancasila dan sebagainya. Suasana dialog sempat memanas meskipun ada Kapolrestabes Semarang di antara mereka.

“Kata-kata FPI anti-Pancasila itu tidak ada. Kita sedang perjuangkan pendidikan moral Pancasila,” kata Ketua FPI Jateng, Rofiudin.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso, pun angkat bicara. Abiyoso mengatakan forum tersebut bisa berkaca pada kasus 2012 lalu dimana ulama FPI Rizieq Shihab ditolak tokoh Dayak di Palangkaraya.

“Semua komponen yang ada di Kota Semarang menolak FPI. Tentunya saya memohon, jangan dipaksakan. Ini banyak yang menolak. Tidak ada FPI juga Semarang sudah aman,” kata Abiyoso.

Sebelumnya, ratusan personel kepolisian dikerahkan untuk menjaga lokasi kegiatan pembentukan Front Pembela Islam Kota Semarang. Personel gabungan Polrestabes Semarang dan Polda Jawa Tengah tersebut sudah berjaga sejak mulut Jalan Pergiwati I Nomor 19, Bulu Lor, Semarang Utara.

Sementara itu, sekitar seribu orang yang berasal dari berbagai ormas telah berada di sekitar lokasi digelarnya kegiatan FPI. Sejumlah ormas yang menyatakan menolak kegiatan tersebut di antaranya Ansor, Laskar Merah Putih, Garda Nusantara, serta Patriot Garuda Nusantara.[]

 

YS/ Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *