Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 16 October 2016

Kirim Pesan ke Warganya, Dubes Saudi di Jakarta : Menjauh dari Demo Ahok


900x450_uploads201609eb6b076cbe

islamindonesia.id – Kirim Pesan ke Warganya, Dubes Saudi di Jakarta: Menjauh dari Demo Ahok

Duta Besar Saudi di Jakarta Osamah Muhammad As Sya’ibi, mengirim pesan khusus ke warga Saudi di Indonesia ketika terjadi demonstrasi terkait sikap Gubernur DKI Ahok yang dinilai melecehkan Al Maidah 51, Jum’at (14/8). Dengan mengunggah foto para demonstran berpakaian putih-putih memadati jalan utama dan kendaraan berat ‘Barracuda’ milik Brimob, Osamah meminta warga Saudi untuk bersikap waspada.

“Pesan untuk warga Saudi: Melihat adanya demonstrasi di Jakarta yaitu menyangkut urusan internal pemerintahan Indonesia, kami harapkan berhati-hati dan menjauh dari tempat-tempat terjadinya pergolakan (demonstrasi),” katanya melalui akun twitternya (14/10).

whatsapp-image-2016-10-16-at-00-29-11

Osamah menambahkan bahwa kemungkinan gejolak yang sedang terfokus di sejumlah titik di Jakarta akan meluas ke tempat lain. Karena ini urusan internal pemerintahan Indonesia, Dubes Saudi berpesan agar warganya tidak terlibat di dalamnya untuk tujuan apapun.

Sebelumnya, para pengunjuk rasa yang manamakan dirinya Gerakan Muslim Jakarta tiba di gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat siang, 14/10. Mereka menutup jalan di depan pagar Bareskrim yang juga pintu masuk Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Massa yang sebagian besar berpakaian serba putih itu juga menduduki Jalan M. I. Ridwan Rais. Pengendara yang menuju ke Jalan Medan Merdeka Timur terpaksa berbelok ke Jalan Medan Merdeka Selatan.

Seperti diberitakan Islam Indonesia, tidak semua ormas Islam sependapat dengan cara dan tujuan demonstrasi yang turut digerakkan oleh Front Pembela Islam ini. Meski menegaskan netral di Pilgub DKI 2017, Nahdlatul Ulama salah satu ormas Islam yang secara resmi tidak terlibat dalam demonstrasi terkait Gubernur Ahok. KH. Said Aqil Sirajd, nahkoda NU yang warganya, – menurut exit poll (2013) – berjumlah 91,2 juta ini telah mengumumkan tidak terlibat dalam demonstrasi itu.

“Warga NU saya larang, Anshor saya larang, pemuda-pemuda NU, mahasiswa NU, PMII saya larang, enggak akan ada yang turun,” kata Said.

[Baca – PBNU: Jika Demo Ahok Politis dan Bukan Soal Al Maidah, Keterlaluan]

Said mengatakan larangan demo di kantor Ahok hari ini untuk menghindari fitnah. Tambahnya, Saat ini fitnah telah ditujukan kepada Ahok. Dia khawatir fitnah akan lebih besar lagi dan mengancam keamanan serta ketenangan berbangsa. Apalagi jika demo yang mengatasnamakan umat Islam ini memang bertujuan untuk kepentingan politis sesaat dan ini yang keterlaluan.

“Iya kalau demonya baik, kalau ditumpangi pihak ketiga yang politis, bukan hanya masalah surat Al Maidah, targetnya ingin mengubah keadaan, luar biasa,” kata pria yang akrab disapa Kang Said ini.

[Baca: SOROTAN – Apakah Tafsir Al-Maidah 51 yang Dikutip Ahok?]

 

YS/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *