Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 29 December 2015

KHAS – Sekilas Gambaran Fisik Rasulullah


IMG_2234-2


Rasulullah Muhammad saw adalah makhluk paling sempurna. Keindahan sifat-sifat moral dan fisiknya tiada tara. Para ahli sejarah menyebutkan bahwa wajah beliau berpendar seperti bulan purnama. Pendar cahaya itu tidak berasal dari putihnya kulit, tapi dari pancaran wibawa yang mempesona.
Badannya tegap. Kulitnya putih kemerahan. Kedua matanya lebar dan cerah. Bola matanya hitam legam. Bulu matanya lebat. Alisnya tebal, bersambung antara bagian kiri dan kanannya. Geriginya renggang. Seluruhnya tampak putih bila beliau tersenyum. Mulutnya lebar. Kedua bibirnya, kata sahabatnya Jabir bin Samrah, “Paling indah di antara semua manusia yang hidup.” Saat berbicara, seperti ada sinar yang memancar dari dalam rongga mulutnya. Di bibirnya selalu terlihat seulas senyum.

Ludah Nabi memiliki banyak keutamaan. Ia dapat menyembuhkan orang sakit, menghilangkan dahaga, mengenyangkan, memberikan kebugaran dan berkah. Betapa sering beliau mengobati orang sakit dengan ludahnya. Dalam kitab hadis sahih Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa pada malam menjelang perang Khaibar, Nabi bertutur: “Besok aku akan memberikan bendera komando perang kepada orang yang mencintai dan dicintai Allah.” Para sahabat masgul memikirkan siapa orangnya. Pagi-pagi Nabi menanyakan di mana Ali. Para sahabat mengatakan bahwa Ali sedang sakit mata. Lalu Nabi memanggil Ali dan mengusapkan ludah ke kedua matanya. Seketika sakit itu hilang, seperti tak pernah ada sebelumnya.

Janggutnya lebat. Bagian atas dagunya berisi rambut tipis putih yang mengkilap. Kumisnya tipis rancak. Rambutnya memanjang hingga memyentuh ujung kedua telinganya. Beliau sering menyemirnya tapi tidak kehilangan warna aslinya. Tidak keriting tapi tidak pula tipis sampai berjarak-jarak. Bila angin menerpa, sebagian rambutnya terurai. Bila disisir, rambutnya mudah diatur. Beberapa helai rambut putih tampak di bagian depan dekat dahi atas beliau.

Tempurung kepala Nabi berukuran besar dan anggun. Keningnya lebar berbentuk seperti bulan sabit. Hidungnya mancung dengan ujung yang sedikit mendongak. Pipinya tidak tembam. Pelipis dan rangka tulang wajahnya menonjol. Lehernya sedang. Kulit lehernya seperti perak.

Badannya bidang. Dadanya membusung lebar. Di pundak Nabi ada tanda kenabian yang berkilau. Para perawi berbeda menyifati warnanya. Ada yang bilang hitam, ada yang bilang hijau, ada pula yang bilang merah dan ada yang bilang sama dengan warna kulitnya. Semua ini boleh jadi karena ada perubahan warna di tanda itu, sesuai perubahan cuaca atau keadaan fisik Nabi.

Aroma tubuhnya selalu semerbak wangi. Bila berkeringat, tubuhnya menyebarkan bau harum. Aromanya seperti wangi melati dan bakung. Sebelum dan sesudah Rasul melewati suatu tempat aroma keringat ajaib itu menyebar di sekitarnya. Kepala bayi yang beliau pegang menyimpan aroma khas itu sampai beberapa lama. Di bagian yang beliau usap juga akan ada bekas yang tak hilang.

Tangan beliau berisi. Telapak tangannya terasa sering dibuat bekerja. Kedua kakinya juga terlihat sering berjalan. Ada tanda kapalan pada bagian-bagian kaki Nabi yang dipakai sholat.

Nabi duduk selalu seperti yang lain-lain. Beliau suka duduk melingkar sehingga orang tak mengenali beliau sebagai pemimpin. Sampai-sampai jika datang utusan dari para raja atau pembesar kabilah, maka utusan itu takkan bisa mengenali kehadiran beliau.

Cara makannya seperti hamba sahaya. Tak pernah makan lebih dari satu jenis penganan dan minuman. Sedapat mungkin beliau makan bersama-sama yang lain. Makannya dikunyah sampai cukup lama. Tak pernah menolak makanan yang dihidangkan.
Nabi berjalan pelan dan mantap seperti memikul banyak beban. Saat berjalan badannya agak membungkuk, layaknya orang menuruni perbukitan. Dalam rombongan, beliau berjalan paling belakang. Jika ada yang bertanya, beliau menjawab: “Biarkan punggungku membelakangi para malaikat.”

Bila dipanggil, beliau selalu menghadapkan seluruh tubuhnya. Demikian pula saat berjabat tangan. Tak mau melepas jabatan sebelum yang lain mendahului. Beliau lebih bergegas menyahut dan menanggapi bila yang memanggilnya orang miskin dan papa. Perhatian utamanya tertuju pada yang paling miskin, paling tua dan paling lemah dalam majlis, apapun keadaannya. Tak pernah beliau meremehkan orang fakir yang kusam dan lusuh. Tak pernah membedakan sikap dalam menghadapi orang. Yang miskin dan pembesar dia hadapai dengan cara yang sama. Cintanya pada orang miskin, anak yatim dan janda begitu besar.

Beliau menunggang segala jenis kendaraan. Termasuk kuda, unta, keledai dan bagal hasil pemberian para raja dan pembesar. Ada nama yang beliau berikan untuk berbagai kendaraannya. Beliau sering mengganjal perutnya dengan batu saat berpergian untuk menahan rasa lapar. Padahal Allah telah memberinya seluruh kunci kekayaan dunia ini. Jibril pernah menawarkan mengubah gunung-gunung di sekitar Mekah jadi emas tapi beliau menolaknya.

Nabi mudah bergaul. Dia selalu mempermudah urusan orang lain. Bahkan beliau menyuruh: “Permudahlah urusan, jangan mempersulit; berilah berita gembira, jangan kasih kabar buruk.”

Beliau orang yang toleran. Suka tersenyum. Sangat pemalu. Rajin. Mengerjakan apapun dengan tangannya sendiri. Memerah, menyulam dan menambal dengan tangannya sendiri. Enggan meminta bantuan tapi banyak berterima kasih jika dibantu. Suka bercanda tapi tak pernah berlebihan. Candanya tak pernah menyakiti hati. Juga tak suka berbohong saat menghibur hati orang.
Isi bicaranya padat. Ceramah-ceramahnya di hari Jum’at pendek dan singkat. Tak pernah bergurau dalam pidato. Dia selalu mempercepat shalatnya saat berjamaah, terutama bila dia mendengar anak-anak menangis. Tapi memperpanjang shalatnya saat seorang diri. Selalu memberi maaf pada yang memintanya. Tak pernah menghadapi orang dengan sesuatu yang tak disukainya. Marah dan senangnya hanya karena Allah. Memulai dengan salam saat bertemu dengan siapa saja.

Nabi adalah orang yang sifat-sifat indahnya membuat para penyair Muslim tak pernah merasa mampu memerikannya. Mereka selalu mengakhiri syair-syair indah mereka tentang Nabi dengan keputusasaan dan ketaksanggupan.

Demikianlah sekilas sifat-sifat lahiriah Rasulullah yang agung dan mulia.

AJ/IslamIndonesia

One response to “KHAS – Sekilas Gambaran Fisik Rasulullah”

  1. Donny Arba`in Sya`airillah says:

    إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
    “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” {QS. Al-Ahzab: 56}. اللهم صل على محمد وال محمد

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *