Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 23 August 2015

Khaled al Asaad: Jalan Pengabdian Panjang & Keberanian Arkeolog Suriah


khaled-assad

Khaled al-Asaad, demikian salah satu arkeolog abad 20 asal Suriah ini dikenal. Pria kelahiran Palmyra, 82 tahun lalu, telah mendedikasikan separuh dari usianya sebagai kepala Direktorat Purbakala di Palmyra. Kota Palmyra yang juga dikenal dengan nama Tadmur, merupakan kota kuno yang tercatat dalam lembaran Babilonia, terletak sekitar 215 km timur laut dari Damaskus.

Salah satu monemen berskala besar di kota ini ialah seni pemakaman yang terbuat dari lempengan batu kapur berbentuk manusia yang menggambarkan orang yang telah wafat. Asaad lahir di kota peninggalan kaum Tadmur ini. palmyra 1Di kota tua ini juga, Asaad berjuang puluhan tahun mempromosikan situs-situs budaya Palmyra ke dunia internasional dan terlibat dalam berbagai bentuk penggalian dan pemulihan berbagai situs kuno di Palmyra.

“Dia telah menjadi ‘simbol tetap’, Anda tidak dapat dapat menulis mengenai sejarah Palmyra atau apapun yang berkaitan dengan kota ini tanpa menyebut Khaled Asaad,” kata Said Amr Al Azm, yang pernah bekerja di kantor situs purbakala Suriah dan mengenal dekat sosok Asaad.

Arkeolog jebolan Universitas Damaskus ini telah melahirkan banyak buku dan karya ilmiah. Di antaranya ialah Seni Pahat Palmyra dan Zenobia. Pada 2001, Asaad mengumumkan penemuan 700 koin perak yang merujuk pada abad ketujuh di Palmyra. Di tempat yang sama juga ditemukan lukisan Raja Khosru I dan II dari Dinasti Sassanid dibawah pemerintahan Persia sebelum kemenangan Arab. Sebagaimana dikatakan dalam lembaran sejarah, kerajaan Persia dan Arab tercatat pernah menginvansi Suriah.

Sejak mundur sebagai Directorate General of Antiquities and Museums (DGAM) Palmyra pada 2003, Asaad dinobatkan sebagai dewan pakar oleh lembaga arkeologi itu. Di tahun ini juga, Asaad menjadi tim ahli arkeologi SuriH yang menggali mozaik abad ketiga secara utuh. Situs ini menggambarkan sebuah peperangan antara manusia dan tokoh dongeng “hewan bersayap”. Keduanya dikelilingi secara geometris gambar seperti anggur, rusa dan kuda. Asaad menggambarkan penemuan situs sejarah seluas 70 meter persegi itu sebagai salah satu penemuan paling berharga di Palmyra.

“Meskipun mundur dari DGAM, (Asaad) tetap sosok profesional yang berdedikasi dan juga sumber inspirasi yang komit pada musium dan situs purbakala” kenang Khalil Hariri, kerabat Asaad dan salah satu pejabat di Departemen Arkeologi Palmyra.

Pada Mei 2015, kelompok militan Islamic State, ISIS, berhasil menguasai Palmyra. Arkeolog 82 tahun ini berjuang menyelamatkan seluruh isi museum dan situs-situs purbakala yang ada di kota tua itu dari kebrutalan ISIS. Hingga suatu ketika, Asaad menolak permintaan ISIS yang ingin ditunjukkan lokasi evakuasi benda-benda purbakala yang berharga. Sikap Asaad itu akhirnya ditebus dengan kepalanya yang dipisah dari badannya oleh ISIS. Sakig kesalnya, kelompok militan yang dikenal telah menghancurkan banyak situs bersejarah ini, juga menggantung jasad Asaad yang telah dimutilasi di sebuah tiang yang terletak di tengah kota bersejarah itu.isis palmyra

“Bayangkan, seorang ilmuwan yang memberikan pengabdian mengesankan untuk sejarah sebuah tempat, dimana kepalanya dipenggal di sana…dan jasadnya masih tergantung di atas salah satu tiang bersejarah yang ada di pusat kota Palmyra,” kata Abdul Karim, Kepala Situs Purbakala Syria.

Edy/ Islam Indonesia/ Foto: Nbcnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *