Satu Islam Untuk Semua

Monday, 09 September 2019

Khabib Nurmagomedov, Petarung Muslim asal Rusia, Mempertahankan Gelar Juara Dunia


islamindonesia.id – Khabib Nurmagomedov, Petarung Muslim asal Rusia, Mempertahankan Gelar Juara Dunia

Khabib Nurmagomedov, petarung asal Dagestan, Rusia dalam laga Ultimate Fighting Championship (UFC) berhasil mempertahankan gelar juara dunia untuk kedua kalinya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Sabtu (7/8) melawan Dustin Poirier, petarung asal Amerika Serikat.

Hal yang menarik dari sosok Khabib adalah pribadinya yang dinilai oleh banyak pengamat sebagai sosok yang sederhana dan rendah hati. Dengan bahasa Inggrisnya yang terdengar patah-patah, dan jawaban yang spontan, tidak jarang dalam setiap wawancara dia mengundang gelak tawa dari audiens.

Dengan mengenakan papakha, topi tradisional masyarakat Kaukasia yang tinggal di daerah Pegunungan Kaukasus, setelah dinyatakan kemenangannya oleh wasit atas Poirier, Khabib melakukan ritual kemenangan yang selalu dia lakukan, yaitu sujud syukur.

Dalam wawancara setelah kemenangan, di Octagon (ring segi delapan untuk bertanding khas UFC) Khabib ditanya tentang perasaannya, dia menjawab, “Alhamdulillah,” yang diikuti oleh riuh suara penonton di stadion Pulau Yas, Abu Dhabi. Stadion ini sengaja dibuat dua bulan sebelumnya hanya untuk menggelar pertandingan Khabib.

“Alhamdulillah, sejujurnya saya tidak tahu kenapa saya memiliki begitu banyak segala sesuatu dalam hidup saya. Pertama saya ingin mengucapkan terimakasih banyak untuk Tuhan, dan lalu ayahku dan pelatihku,” lanjut Khabib.

Dalam pertandingannya melawan Poirier, Khabib bertanding dengan “dominasi total” menurut komentator pertandingan, dan pada puncaknya, pada ronde ke-3, dia melakukan kuncian leher dari belakang kepada Poirier, yang mana membuat dia menyerah.

Baca juga:

Usai pertandingan, dia menyatakan menaruh hormat yang begitu besar untuk Poirier, tidak seperti pertandingan sebelumnya pada tahun lalu ketika Khabib melawan Conor McGregor, petarung asal Irlandia.

Pertandingan Khabib melawan Conor menuai banyak kontroversi, karena jauh hari sebelum pertandingan keduanya terlibat konflik. Selain itu, UFC juga dinilai oleh banyak kalangan dinilai kebablasan ketika mempromosikan konflik mereka berdua untuk mendulang pembelian tiket.

Khabib menilai Conor kebablasan karena dalam konferensi pers sebelum pertandingan, dia menyinggung agama, keluarga, dan kewarganegaraan Khabib beserta timnya. Conor bahkan menyebut Khabib “tikus”, serta sempat juga menyinggung soal terorisme. Conor juga menawarkan whisky kepada Khabib, yang mana itu adalah minuman yang dilarang untuk Muslim.

Ketika pertandingan, Conor tidak berkutik melawan Khabib, wajahnya dikunci pada ronde ke-4, dan dia menyatakan menyerah. Emosi, Khabib melemparkan pelindung giginya, kemudian melompat ke luar Octagon menyerang tim pendukung Conor McGregor. Situasi menjadi tidak terkendali, kedua tim kemudian terlibat baku hantam di dalam stadion.

“Inilah mengapa kita begitu menunjukkan rasa hormat jika dibandingkan pertandingan sebelumnya, dengan orang penuh omong kosong itu (Conor), saya mengalami banyak kegilaan. Tapi saya ingin melupakan semuanya. Kami (Khabib dan Poirier) mempertontonkan apa sesungguhnya MMA (Mixed Martial Arts), hal nomor satu dalam MMA adalah menghormati…. MMA bukan soal ucapan kotor (Trash Talking),” ujar Khabib kepada Poirier.

Khabib juga bertukar kaos dengan Poirier, dan mengatakan bahwa dia akan menjual kaos itu, dan hasilnya akan sepenuhnya diberikan untuk lembaga amal milik Poirier, berapapun jumlahnya.

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Khabib ditanya, karena dia telah menjadi inspirasi di dunia Muslim, bagaimana rasanya bertanding di Abu Dhabi, yang mana merupakan bagian dari kawasan Timur Tengah, “Saya mencintai kawasan ini…. Saya telah datang ke berbagai tempat, tapi Abu Dhabi adalah tempat teraman di dunia. Saya mempunyai energi yang sangat baik di sini, saya mencintai orang-orang di sini, dan mereka mencintai saya.”

Khabib juga mengatakan bahwa suatu saat dia ingin bertanding di kawasan Afrika, karena di sana begitu banyak kemiskinan. Dengan bertanding di Afrika, dengan keuntungan yang didapat karena mendatangkan banyak orang, Khabib berharap itu dapat mengangkat persoalan kemiskinan di sana, pungkasnya.

Cuplikan pertandang Khabib melawan Poirier dapat dilihat dalam video di bawah ini:

PH/IslamIndonesia/Foto Fitur: Khabib bersama Ayahnya dalam wawancara di Octagon/Sumber: UFC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *