Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 13 February 2019

Ketua PWNU Jawa Timur: Jangan Pilih Pemimpin yang Didukung Wahabi


islamindonesia.id – Ketua PWNU Jawa Timur: Jangan Pilih Pemimpin yang Didukung Wahabi

 

Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Sumenep memperingati Hari Lahir NU ke-93 di Graha Adi Poday, Sabtu, 2 Februari 2019.

Acara itu juga dikemas berbarengan dengan haul Muassis NU Sumenep, yakni KH. Ilyas Syarqawi, KH. Abi Syuja’, KH. Aliwafa Muharrar, KH. Abdullah Sajjad, KH. Ishomuddin AS, dan KH. Ahmad Basyir AS.

Acara dihadiri oleh ribuan warga NU dari segala penjuru. Termasuk para ulama dan kiai. Salah satu pengisi tausiyahnya adalah Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Marzuki Mustamar.

Dalam tausiyahnya, KH. Marzuki menyampaikan bahwa Wahabi sangat benci kepada kaum Nahdiyin. Sehingga berbagai upaya mereka lakukan untuk menghancurkan aqidah Alussunnah Waljamaah.

“Oleh karenanya kalau ada pengurus NU terindikasi berafiliasi dengan gerakan Wahabi, bahkan kalau ada pengurus NU ngambil mantu yang jelas-jelas Wahabi, itu sebaiknya dipecat,” ujar beliau disambut tepuk tangan para hadirin.

Beliau juga mengingatkan kepada para orang tua yang NU agar hati-hati pilih mantu, “Jadi hati-hati pilih mantu. Jangan terima kalau ternyata tidak suka tahlilan. Hati-hati pilih RT, jangan sampai pilih yang Wahabi. Hati-hati pilih Bupati, jangan sampai pilih Bupati yang Wahabi. Hati-hati pilih presiden, jangan pilih yang didukung oleh kaum Wahabi,” serunya disambut senyum tepuk tangan lebih meriah oleh para kiai dan warga NU yang hadir dalam acara tersebut.

Dia berharap, pernyataannya tersebut tidak dianggap sebagai pernyataan politis. Sebab menurutnya, umat memang harus diingatkan bahwa tidak mungkin menitipkan NU dan aqidah ahlussunnah waljamaah kepada orang-orang Wahabi.

“Ceramah yang begini ini sangat pas untuk warga NU. Kalau di sini ada yang sakit hati, berarti hatinya Wahabi. Kalau ada yang ngaku NU tapi mendukung Wahabi, berarti NU-nya hanya di bibir saja. Kalau ada yang mendukung calon yang didukung Wahabi, berarti di hatinya bukan NU, tapi Wahabi,” lanjutnya.

“Bagi yang ingin hidupnya berkah dan selamat hingga di akhirat, tetaplah menjaga tauhid. Jangan pernah menduakan Tuhan. Musyrik,” imbau beliau sembari menutup ceramahnya.

 

PH/IslamIndonesia/Sumber: Koran Madura

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *