Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 23 May 2018

Ketua MUI Papua tentang Pengibaran Bendera Israel: Tidak Perlu Dibesar-besarkan


Ketua MUI Papua KH Saiful Islam Al Payage (albert/detikcom)

islamindonesia.id – Ketua MUI Papua tentang Pengibaran Bendera Israel: Tidak Perlu Dibesar-besarkan

 

Pada hari Senin 14 Mei 2018, tepat pada perayaan 70 tahun kemerdekaan Israel, Amerika Serikat meresmikan kedutaan besarnya di Yerusalem. Bersamaan dengan peristiwa itu, di Papua sekelompok warga melakukan konvoi dengan mengibarkan bendera Israel.

Screen Shoot warga Papua yang berkonvoi sambil mengibarkan bendera Israel.

Screen Shoot warga Papua yang berkonvoi sambil mengibarkan bendera Israel.

Terkait peristiwa itu, Pdt Lipiyus Biniluk MTh, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua, mengatakan, “….sekelompok orang Papua Kristen yang menyebut diri ‘Sion Kids Papua’ membuat sebuah event, dengan menggerakkan sebagian masyarakat Kristen Papua, dimana seusai Ibadah di Gedung Olah Raga, mereka melakukan konvoi kendaraan di jalan-jalan, berkeliling Kota Jayapura sambil mengibarkan Bendera Israel, Bintang Daud.”

Lebih lanjut, pada hari Senin (21/05) dia menjelaskan, sebagaimana dilansir dari detik.com, “menurut saya, pengibaran bendera Bintang Daud yang dikibarkan sekelompok kecil orang Kristen Papua tersebut adalah ungkapan emosional teologis dan kultural saja.”

Dia menjelaskan orang-orang Kristen Papua tersebut memandang dan menggunakan lambang Bintang Daud sebagai simbol rohani saja. Sebab, bendera Bintang Daud merupakan simbol pengingat bahwa Yesus Kristus adalah keturunan Raja Daud.

 

Tanggapan DPR

Dilansir dari rmol.co, Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf mewanti-wanti masyarakat, terkait konvoi warga Papua menggunakan kendaraan dan mengibarkan bendara Israel pada sebuah acara di Papua sebagai suatu peristiwa yang perlu diwaspadai.

Menurutnya, peristiwa tersebut justru bisa menjadi awal perpecahan bangsa dan negara Indonesia ini ke depan seperti Uni Soviet.

“Ingat ya, Uni Soviet hancur bukan karena perang dunia tapi karena budaya populernya, saya ingatkan ya untuk bangsa ini,” ujar Nurhayati Ali Assegaf di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/05).

 

Tanggapan MUI Papua

Dilansir dari detik.com, Ketua MUI Papua KH Saiful Islam Al Payage menyampaikan kepada seluruh bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Papua, bahwa masalah bendera Israel tidak perlu dibesar-besarkan.

“Jadi ini adalah sesuatu yang tidak perlu kita panik, sesuatu yang tidak perlu kita khawatir, karena yang penting adalah bendera-bendera itu adalah miliki hak privasi, hak pribadi setiap warga negara Indonesia. Apalagi kita bangsa Indonesia adalah bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila yang diakui semua agama yang ada di Indonesia,” kata KH Saiful di kediamannya di Kelurahan Angkasa, Jayapura, Rabu (23/05).

Menurutnya, masalah ini tidak perlu dibesar-besarkan dan masih banyak kasus besar yang perlu disikapi. Ia mencontohkan masalah kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan di Papua.

“Ada persoalan yang besar, bagaimana kemiskinan di Papua, bagaimana masalah pembangunan di Papua, bagaimana masalah pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia di Papua, bagaimana ketertinggalan pendidikan di Papua. Ini yang mestinya direspons secara besar-besaran, direspons secara bijak, sehingga persoalan bangsa ini dari Sabang sampai Merauke bisa menjadi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Saiful.

 

PH/IslamIndonesia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *