Satu Islam Untuk Semua

Friday, 02 February 2018

Ketua Muhammadiyah: Kami Ingin Masuk Fase Post-Modern


harap-kasus-ahok-segera-berakhir-muhammadiyah-ri-tak-boleh-tersandera-ulah-1-2-orang-gegabah

islamindonesia.id – Ketua Muhammadiyah: Kami Ingin Masuk Fase Post-Modern

 

 

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meluncurkan program kuliah jarak jauh yang terkoneksi dengan sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah. Dalam peluncuran kuliah jarak jauh di gedung Siti Walidah, Kamis (01/2/2018), baru terkoneksi dengan dua perguruan tinggi yakni Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Samarinda.

“Kami yakin ke depan perguruan tinggi Muhammadiyah yang lain akan bergabung dalam konsorsium kuliah jarak jauh. Ini sebuah tuntutan untuk menghadapi persaingan,” jelas Dr Sofyan Anif, rektor UMS kepada wartawan. Kuliah umum diisi Prof Buya Syafi’i Ma’arif, alumni beasiswa Fullbright Amerika yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammmadiyah 2000-2005 dan Dr Haedar Nasir, Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Dr Haedar Nasir menambahkan program tersebut merupakan fase awal dalam proses internasionalisasi Muhammadiyah melalui jalur pendidikan. Muhammadiyah akan akan terus menggunakan metode kuliah jarak jauh karena lebih efisien dan efektif.

“Setelah memasuki fase internasionalisasi. Berikutnya kami ingin masuk fase post modern. Karena semua tahu Muhammadiyah menjadi tokoh gerakan modernisasi islam,” jelasnya.

Pemanfaatan teknologi canggih, lanjut Dr Haedar, juga akan diterapkan di lingkup pendidikan dasar menengah. Sementara ini Muhammadiyah telah mengembangkan proyek sekolah utama. Sekolah ini dirancang lebih maju, lebih unggul dan punya daya saing tinggi. Itu nanti terus dikembangkan sejak dari Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) termasuk pondok Muhammadiyah.

Dr Sofyan Anif selanjutnya mengatakan kuliah jarak jauh menjadi tuntutan untuk bisa berkembang menghadapi regulasi baru tentang kebijakan pemerintah mengijinkan perguruan tinggi asing. Ini merupakan tantangan karena perguruan tinggi kita masih dinilai tidak kualifait.

“Masuknya perguruan tinggi asing, kompetisi semakin tambah hebat. Kalau kita tidak melakukan perubahan, baik menyangkut manajemen bidang pembelajaran akan semakin tertinggal,” ungkapnya.

UMS mengawali sudah setahun yang lalu. Sistem distance learaning telah disiapkan ruangan khusus kuliah jarak jauh. Program ini akan bisa mengatrol perguruan tinggi Muhammadiyah yang selama ini dinilai kurang.

“Mereka tinggal menyiapkan sarana prasarana IT, langsung bisa bergabung,” tambah Sofyan Anif

 

 

YS/IslamIndonesia/Sumber: krjogja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *