Satu Islam Untuk Semua

Friday, 15 December 2017

Ketua MPR: Ayo Kita Luruskan, Jangan Asosiasikan Ulama dengan Radikalisme


Ketua MPR Ayo Kita Luruskan, Jangan Asosiasikan Ulama dengan Radikalisme

islamindonesia.id – Ketua MPR: Ayo Kita Luruskan, Jangan Asosiasikan Ulama dengan Radikalisme

 

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Zulkifli Hasan menyampaikan keprihatinannya atas stigma negatif yang kerap diterima oleh ulama maupun dai. Pasalnya, ulama saat ini kerap diasosiasikan dengan radikalisme.

“Itu yang harus kita luruskan ya, saya minta umat Islam yang besar ini adalah umat yang toleran yang bisa berjalan dengan demokrasi. Kita ingat peran ulama luar biasa,” ujar Zulkifli saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (15/12/2017).

Zulkifli mengajak umar Islam agar menjadi pemersatu yang toleran. Islam sendiri telah terbukti bisa berjalan seiring demokrasi. Ulama pun tidak mungkin dipisahkan kecintaannya terhadap bangsa dan negara.

Saat ini, lanjut dia, banyak orang mengatasnamakan kebhinekaan kemudian mengesampingkan Islam. “Ini mari kita luruskan, umat Islam dan demokrasi sejalan, menjaga demokrasi. Islam dan kebangsaan melebur dalam kebhinekaan,” kata dia.

Zulkifli pun mengingatkan peran HOS Tjokroaminoto dalam proses kebangkitan Indonesia. Tjokroaminoto merupakan tokoh sentral dari Sarekat Islam yang berperan dalam proses perjuangan kemerdekaan Indonesia. “Tidak mungkin Indonesia merdeka tanpa peran ulama dan santri, merdeka nggak?” katanya.

Kemudian, Pancasila pun tercipta yang menurut Zulkifli juga sudah sangat sejalan dengan Islam. Pancasila diciptakan untuk mempersatukan bangsa, bukan untuk mengkotak-kotakkan bangsa Indonesia. “Pancasila itu perilaku yang mempersatukan kita mambuat kita menjadi kuat, jangan disalahpahamkan bahwa Pancasila untuk mengkotak-kotakkan kita, tapi Pancasila untuk mempersatukan kita,” jelas dia.

Zulkifli mengakui, Indonesia memang tercipta berbeda-beda. Masyarakat pun menurut dia sudah menyadari hal tersebut. Untuk itu, adanya perbedaan pendapat seharusnya tidak lantas membuat permusuhan. “NKRI ini kita ini harus makmur. Makmur semua, sejahtera semua, ya adil bagi semua, tidak boleh ada penindasan bagi yang lain. Tidak bisa, tapi setara,” katanya.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *