Satu Islam Untuk Semua

Monday, 26 February 2018

Ketua DPR Bamsoet Mengaku Belajar Kearifan dari Buya Syafi’i


unnamed

Islamindonesiam.id- Ketua DPR Bamsoet Mengaku Belajar Kearifan dari Buya Syafi’i

 

 

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menaruh rasa hormat dan kekaguman yang sangat tinggi kepada Buya Syafii Maarif. Bagi Bamsoet, Buya Syafii adalah tokoh sekaligus guru bangsa yang selalu membimbing dan memberikan inspirasi. Sikap dan perilaku Buya Syafii hendaknya diteladani masyarakat Indonesia.

“Jujur, saya bisa terpilih menjadi ketua DPR tak terlepas dari nasihat dan petuah yang beliau sampaikan kepada saya selama ini. Tanpa itu, mungkin saya belum bisa mencapai posisi tinggi seperti ini dalam dunia politik,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (24/2) malam.

“Karena saya menimba ilmu dan kearifan dari Buya, insyaallah saya akan tetap berada di garis politik kebajikan,” katanya.

Bamsoet mengatakan hal itu setelah hadir dalam acara peluncuran buku Ahmad Syafii Maarif Sebagai Seorang Jurnalis di Yogyakarta, Sabtu malam.

Bamsoet menyatakan dirinya melihat di masyarakat, ketokohan Buya Syafii lebih dikenal sebagai cendekiawan, tokoh agama, ulama, dan mantan ketua umum PP Muhammadiyah. Ketokohannya sebagai seorang jurnalis tidak banyak diketahui publik. Padahal, sejak usia muda Syafii adalah seorang jurnalis. Buya Syafii pernah menjadi korektor dan redaktur di Suara Muhammadiyah.

“Beliau juga anggota Persatuan Wartawan Indonesia, sama seperti saya,” tutur Bamsoet.

Sebagai orang yang pernah menggeluti dunia jurnalistik, Bamsoet punya kekaguman tersendiri kepada Buya Syafii. Baginya, analisis dan tulisan Buya sangat tajam dan mendalam. Keberpihakannya kepada kebenaran dan keadilan jauh melampaui para jurnalis pada umumnya. Lebih dari itu, Buya adalah sosok negarawan yang istikamah membela kebinekaan dan kemajemukan demi keutuhan NKRI.

Bamsoet meyakini pandangan Buya Syafii, terutama tentang pluralisme dan toleransi, perlu ditularkan kepada segenap elemen bangsa. Di tengah politik identitas yang rentan dengan gesekan di masyarakat, serta berkembangnya paham radikalisme, justru pandangan-pandangan Buya soal pluralisme perlu disebarkan kepada generasi zaman now, sehingga mereka tidak galau menghadapi keterbukaan di era digital yang kadang memberi efek negatif terhadap adab dan akhlak mulia.

Bamsoet berharap Buya terus menulis dan berkarya menyampaikan gagasan dan pemikiran untuk memberikan pencerahan kepada semua anak bangsa. Baginya, buku yang diluncurkan itu mengupas sepak terjang Buya Syafii sebagai seorang jurnalis. Buku ini tidak saja memperkaya cakrawala wawasan, tetapi yang jauh lebih penting adalah melaksanakan pemikiran dan pandangan yang disampaikan dalam buku tersebut.

 

 

 

 

YS/islamIndonesia/sumber: Beritasatu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *