Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 14 January 2017

Ketika Istri Andun Terpaksa Memasak Sebongkah Batu


Ketika Istri Andun Terpaksa Memasak Sebongkah Batu

islamindonesia.id – Ketika Istri Andun Terpaksa Memasak Sebongkah Batu

 

Selama 35 tahun, keluarga Andun Suherman (45) tinggal di sebuah gubuk reyot berukuran 4 x 8 meter di Kampung Bolenglang, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Saking miskinnya dan tidak memiliki apa pun untuk dimasak, istri Andun pernah suatu kali terpaksa memasak sebongkah batu di dalam wajan supaya anak-anaknya yang kelaparan tidak merengek minta makan.

Sampai disini, mungkin Anda mengira bahwa narasi itu hanya ada di buku-buku cerita atau sinetron-sinetron belaka, dan bukan di dunia nyata.

Tapi tahukah bahwa semua itu benar adanya?

Simak kisah keluarga Andun berikut ini.

Dari pernikahannya dengan Iyah Khodijah (30), kata Andun, mereka dikaruniai tujuh anak, yakni Diana Safitri (12), Dinda Marisa (10), Risma (9), Ai Lestari (7), Ratna (5), Risna (2), dan Dede Siti Nurazizah (2 bulan).

Namun, Risma dan Ai Lestari sejak bayi sudah diambil nenek mereka. Menurut Andun, ibu kandungnya ingin ikut merawat kedua anaknya itu.

“Dua puluh tahun saya tinggal di gubuk itu, terus menikah,” ujar Andun yang sehari-hari menjadi buruh tani.

Tak ada pekerjaan lain yang bisa diandalkan oleh Andun selain nengah atau mengurus sawah milik orang lain.

Setiap tiga bulan, ujar Andun, sawah yang ia garap bisa menghasilkan 14 kuintal beras, dan Andun mendapat setengahnya.

Tujuh kuintal beras itu, kata Andun, tentu tak bisa mereka manfaatkan semuanya. Separuhnya harus dijual, dan uangnya dipakai untuk keperluan menggarap sawah kembali.

“Pernah ketika itu sawah gagal panen dan saya benar-benar tidak punya beras. Anak-anak ribut ingin makan. Beruntung saya suka menanam singkong dan talas. Istri kemudian merebus talas sebagai ganti beras,” kata Andun.

“Namun, paling lama, kondisi seperti itu berjalan dua hari. Setelah bekerja apa pun, saya pulang pasti bawa beras. Paling parah ya memasak talas itu, atau singkong atau jagung,” ujar pria yang nyaris saban malam memancing lele di sungai untuk menambah penghasilan.

Namun tak mustahil, dan ini sudah kerap dialami Andun dan keluarga, ketika tidak ada makanan apa pun, istri Andun pun pernah memasak sebongkah batu.

Menilik apa yang dialami keluarga Andun, tak mustahil di sekeliling kita masih banyak Andun Andun lain yang hidupnya pas-pasan dan seringkali harus kelaparan berombongan.

Kapan negeri kita akan benar-benar bebas dari cengkeraman kemiskinan?

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *