Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 05 December 2017

Ketika Dua Sahabat, Amien Rais dan Buya Syafi’i, Bersua


bnvtl8aqs44wcvhjw9ea

islamindonesia.id – Ketika Dua Sahabat, Amien Rais dan Buya Syafi’i, Bersua

 

Guru sekolah Muhammadiyah Muallimin, Erik Tauvani Somae, baru saja menerima pesan dari tokoh nasional Ahmad ‘Buya Syafi’i’ Ma’arif, 5 Desember. Ketika Erik membuka pesan itu, tampak foto dua mantan Ketua Umum Muhammadiyah Buya Syafi’i dan Amien Rais sedang duduk bareng di sebuah sofa.

“Foto kapan ini, Buya?” tanya Erik via Whatsapp seperti dikutip Kumparan.com

“Tadi pagi, secara kebetulan kami berjumpa di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta,” jawab Buya.

Wajah Buya tampak tersenyum lebar di foto itu. Seolah lama tak bersua, baik Buya maupun Amien, keduanya memperlihatkan keceriaan pada momen itu.

Amien Rais merangkul pundak Buya saat keduanya mengarahkan wajahnya ke kamera. Buya memakai batik biru dengan tongkat di tangannya dan Amien memakai batik hijau lengan pendek.

Bagi orang yang pernah mengikuti jejak mereka berdua, – sejak keduanya bertemu pertama kali di Yogyakarta, merantau ke Amerika Serikat, hingga kembali ke Tanah Air memimpin Muhammadiyah, – tahu benar bahwa kedua pria ini adalah sahabat karib. Keduanya lahir sebagai intelektual Muhammadiyah dan bergerak dalam skala lebih luas lagi setelah keduanya “pensiun” dari kepengurusan ormas itu.

Meski Buya lebih tua secara usia, Amien Rais lebih dahulu menahkodai Muhammadiyah. Bahkan Buya dalam buku autobiografinya (Mizan, 2009) mengakui besarnya kontribusi Amien Rais dalam perjalan hidupnya.

Buya bilang, ia dapat menimba ilmu di Negeri Paman Sam tak lepas dari bantuan Mahasiswa Jebolan Universitas Gadjah Mada itu yang lebih dahulu belajar di Chicago.

Di sisi lain, Amien senantiasa hormat kepada Buya dan mengakui integritas moralnya. Amien pernah bilang, ketika ia membesarkan partai politik dan Buya memimpin Muhammadiyah, Buya tetap berupaya tidak menyeret Muhammadiyah ke politik praktis. “Padahal Syafi’i Ma’arif itu teman akrab saya,” kata Amien kala itu.

Perjalanan waktu, masa demi masa, membuat wajah kedua tokoh itu kian sepuh. Meski terlahir sebagai intelektual Muhammadiyah, pandangan mereka kerap berbeda, bahkan bersebrangan, termasuk ketika meletusnya silang pendapat soal tafsir Al Maidah 51 jelang Pilkada Jakarta 2017.

Namun, di sisi lain, keretakan persahabatan keduanya belum pernah terdengar di telinga publik. Hubungan baik yang terjaga itu kembali ditegaskan oleh beredarnya foto perjumpaan kedua tokoh itu di Bandara.

“Amien Rais dan Buya Syafii itu integritasnya sama: berjuang untuk kebaikan Indonesia. Pilihan politiknya saja yang beda,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, di akun Twitter-nya, 3 Desember. “Pilihan-pilihan yang berbeda itulah yg memajukan masyarakat.”

Sebagai seorang guru besar di masing-masing almamaternya, dan sebagai cendekiawan Muslim, perbedaan pendapat kedua pria ini tetap menarik perhatian publik. Selain warga Muhammadiyah, begitu banyak warga Indonesia yang pernah mencicipi karya intelektual Amien Rais dan Buya.

Secara personal, Mahfud mengaku mengagumi Amien Rais dan Buya Syafii secara sama.  Mahfud mengenal keduanya sejak awal 1980-an sebagai pejuang-pejuang yang menurutnya tulus. “Mereka orang-orang yang ikhlas ingin membangun Indonesia dgn akhlak,” ujarnya.

 

 

YS/ Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *