Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 05 December 2018

Kemlu Sesalkan Pernyataan Dubes Saudi tentang GP Ansor


Kemlu Sesalkan Pernyataan Dubes Saudi tentang GP Ansor

islamindonesia.id – Kemlu Sesalkan Pernyataan Dubes Saudi tentang GP Ansor

 

Kementerian Luar Negeri RI menyesalkan pernyataan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Muhammad Abdullah Al Shuaibi, mengenai penyebutan almunharifah (organisasi yang sesat atau menyimpang) terhadap GP Ansor.

Pada Minggu (2/12) Al Shuaibi melalui akun Twitternya mengomentari acara Reuni 212 dan menyebutnya sebagai aksi protes terhadap pembakaran bendera tauhid oleh salah satu ormas yang menyimpang.

Buntut dari polemik ini adalah pada Senin (3/12) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melayangkan protes keras dan meminta agar Al Shuaibi dipulangkan ke Arab Saudi.

Baca juga:

Menanggapi persoalan tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Armanatha Nasir mengatakan, setelah mengetahui cuitan tersebut, pihaknya langsung menghubungi Al Shuaibi.

“Pada Hari Minggu itu juga pihak Kemlu melakukan komunikasi via telpon dengan Dubes Saudi, tapi yang bersangkutan sedang berada di luar negeri,” ujar Armanatha pada Selasa (4/12) sebagaimana dilansir dari kompas.com.

Sebelumnya, pada Senin (3/12) pihak Kemlu telah memangil Wakil Dubes/Kuasa Usaha Sementara Saudi di Jakarta ke Kantor Kemlu di Pejambon, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, Kemlu menyampaikan protes atas pernyataan Dubes Saudi di Twitter.

“Kami sampaikan Kemlu sangat menyesal dan kecewa pernyataan dalam media sosial Dubes Saudi di Jakarta,” ujar Armanatha.

Dia menegaskan, substansi pernyataan Dubes Al Shuaibi di Twitter tidak tepat. “Secara etika penyampaian pernyataan seperti yang ada dalam medsos Dubes Saudi tidak sesuai dengan prinsip hubungan diplomatik,” kata dia.

Menurut Armanatha, Wakil Dubes juga menyampaikan penyesalannya atas kondisi ini. Dia juga menegaskan bahwa pernyataan Dubes Saudi di Twitter itu adalah pendapat pribadi, bukan mewakili negara.

“Dia menyampaikan bahwa pernyataan itu tidak mewakili Arab Saudi,” ujar pria yang akrab disapa Tata ini.

“Jadi sebelum ada surat dari GP Ansor dan press release dari PBNU, Kemlu sudah terlebih dahulu menindaklanjuti masalah ini,” tambah dia.

Terkait langkah selanjutnya apakah akan memanggil langsung Al Shuaibi atau tidak, Tata mengaku masih menunggu agar yang bersangkutan kembali ke Indonesia terlebih dahulu. “Sekarang masih di luar negeri,” ujar Tata.

 

Komentar DPR dan Stafsus Presiden

Anggota Komisi I DPR RI, Syaiful Bahri Anshori, mengatakan, “Tentu hal tersebut sangat tidak patut disampaikan oleh Dubes Arab Saudi. Karena Ini adalah urusan politik dalam negeri Indonesia,” kata Syaiful dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (4/12), sebagaimana dilansir dari viva.

Dia juga menambahkan, “Saya meminta Osamah untuk segera tabayyun dan meminta maaf kepada PBNU dan GP Ansor.”

Syaiful yang juga menjabat sebagai Sekjen Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mendesak kepada pemerintah untuk memulangkan Al Shuaibi ke Arab Saudi dan menggantinya dengan Dubes yang baru.

“Tidak boleh terjadi lagi. Pemerintah harus segera mengambil sikap untuk memulangkan Osamah ke Arab dan menggantinya dengan dubes yang baru,” ujarnya.

Sementara itu Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Keagamaan Internasional Siti Ruhaini Dzuhayatin menilai bahwa cuitan Al Shuaibi tidak pas.

“Menurut saya sebagai staf khusus presiden, cuitan seperti itu tidak pas. Ini menurut saya ya. Saya belum mendapatkan arahan dari Bapak Presiden mengenai ini,” ujar Ruhaini pada Selasa (4/12), sebagaimana dilansir dari kompas.com.

Alasannya, Osamah dinilai sudah masuk terlalu dalam terhadap dinamika sosial politik yang terjadi di Indonesia.

“Oleh sebab itu, saya sangat memahami atas protes yang dilayangkan PBNU. Memang itu tidak seharusnya dilakukan Pak Dubes. Seorang Dubes kan seharusnya menjadi representasi diplomatik negara,” ujar Ruhaini.

Ruhaini mendorong agar persoalan tersebut segera diselesaikan. Baik secara kenegaraan melalui Kementerian Luar Negeri RI, maupun secara personal antara Al Shuaibi dengan PBNU.

 

PH/IslamIndonesia/Photo: kompas.com/Dani Prabowo

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *