Satu Islam Untuk Semua

Friday, 12 May 2017

Kemenag: Rohis Wajib Kembangkan Pemahaman Islam Rahmatan Lil Alamin


Kemenag Rohis Wajib Kembangkan Pemahaman Islam Rahmatan Lil Alamin  

islamindonesia.id – Kemenag: Rohis Wajib Kembangkan Pemahaman Islam Rahmatan Lil Alamin

 

Istilah Rohis (Rohani Islam) tercetus sejak akhir tahun 1980, berawal dari sebuah upaya dan keinginan untuk memberikan solusi kepada para pelajar Muslim dalam upaya menambah wawasan Islam. Karena jam pelajaran di sekolah sangat terbatas, maka keberadaan Rohis diharapkan dapat menjadi wadah bagi para siswa memperdalam agama Islam. Biasanya, Rohis dikemas dalam bentuk ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Pertama (SMP/SLTP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA/SLTA).

Kementerian Agama (Kemenag) meminta para guru untuk mengoptimalkan keberadaan Rohani Islam (Rohis) sebagai sarana pembinaan pemahaman siswa sekolah tentang Islam rahmatan lil ‘alamin.

Hal ini ditegaskan Kasubdit Pendidikan Agama Islam (PAI) pada SMP, Nifasri saat menjadi narasumber kegiatan Pengembangan Pembelajaran PAI pada SMP di Medan, Kamis (11/5/2017). Kegiatan yang difokuskan pada penguatan metodologi pembelajaran ini diikuti 70 Guru PAI SMP dari wilayah Sumatera Utara.

Menurut Nifasri, PAI saat ini dihadapkan pada tantangan berkembangnya paham radikalisme, anti-Pancasila, dan intoleransi beragama. Oleh karena itu, Guru PAI hendaknya mampu menginternalisasi pesan dan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin kepada siswa.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menjadikan Rohis sebagai program unggulan untuk menyebarkan pesan Islam sebagai rahmat dengan metode yang menarik.

“Sampaikan Islam rahmatan lil ‘alamin dengan metode yang menarik pada Pembinaan Rohis,” jelas Nifasri.

Selain itu, lanjut Nifasri, guru PAI juga harus mampu menginisiasi program PAI Unggulan di Sekolah. Pembelajaran di kelas bukanlah satu-satunya sarana, karenanya penting juga misalnya para guru mengembangkan Laboratorium PAI.

“Yang jelas, metode pembelajaran tidak boleh berhenti pada pembelajaran di kelas,” tegas Nifasri.

Guru PAI bisa menjadikan Laboratorium PAI sebagai program Unggulan jika guru mampu menerapkan metode inquiry based learning dengan baik.

“Arahkan peseta didik untuk melakukan penelitian terkait materi PAI, pasti Laboratorium PAI akan ramai dikunjungi,” tandasnya.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *