Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 01 October 2015

KELUARGA – Dua Resep Satu Hati


IMG_1773

Bahkan pada mereka yang telah lama berkeluarga, badai kerenggangan dan cekcok kerap tak terhindarkan. Suami mendadak sebeku es di kutub. Istri merasa asing di rumah sendiri. 

Tentu, layaknya persoalan lain dalam kehidupan, masalah keluarga tak bisa selasai dengan sekali membalikkan tangan. Baik suami maupun istri mesti sama-sama membenahi diri. Sebab keluarga, dan cita kasih dan kemesraan dan banyak hal positif di dalamnya, adalah sebuah proses menuju kesempurnaan. 

Bagi seorang suami, dia perlu:
1. Mengenali kelembutan dan perasaan istrinya, dan juga harus mengetahui apa yang menjadi kesensitifannya. Suami harus tahu bahwa dengan bertambahnya umur, mereka membutuhkan keharusan untuk saling mengetahui lebih dari sebelumnya. 

2. Jika suami merada dia telah mencapai dan cukup mengenal istrinya, sekarang lah saatnya dia bisa memberikan perhatian yg lebih banyak lagi, dan jika telah mendapatkan hal yang baru maka berlakulah penuh perhatian pada istri Anda. Ingat, tidak selamanya tuntutan istri Anda muncul sebagai masalah. Bisa jadi itu sekadar cara dia meminta perhatian Anda. Jika istri Anda berkata “kepalaku sakit”, beri dia perhatian. Tanyakan apa masalahnya dan tak sekadar ‘mendiamkannya’ dengan perkataan “pergilah ke dokter.” Atau bilapun istri Anda memang sakit, kesediaan Anda mendengarkan keluhannya bisa jadi obat penenang untuk sakitnya.  

3. Izinkan istri Anda melakukan pekerjaan yang dia suka. Buat dia menyadai kemampuannya dan bahwa diri dan pekerjaannya bernilai. Jangan sungkan mengungkapkan bahwa kehadirannya sangat bernilai bagi diri Anda. 

4. Jangan silap hingga lupa mendahulukan peghormatan pada istri dan menyatakan sayang kepadanya. Rasulullah saw bersabda: Ketika suami berkata pada istrinya “Aku mencintaimu”, maka kata-kata itu tidak akan pernah hilang dari hati istrinya. Wanita punya ruhiyah yang lembut. Sebab itu, hormatilah istri Anda, supaya dia tidak merasakan kekurangan kasih sayang dan perhatian.

5. Ciptakanlah suasana untuk berkomunikas. Anda, misalnya, bisa sekadar berbasa-basi dan bertanya apa yang dia kerjakan seharian. Atau Anda bertanya tentang harga telur di pasar, lampu kamar mandi yang mati atau apalah. Intinya, jadilah pendengar yang baik bagi istri Anda. Dengan itu maka persahabatan Anda dan istri akan semakin erat.

Sebaliknya, bagi seorang wanita atau istri:

1. Jangan pernah membandingkan suami Anda dengan pria atau suami orang lain. Membandingkan akan menyebabkan aksi berbalik dan perlahan-lahan manisnya kehidupan rumah tangga bakal hancur. 

2. Biasakan dan belajarlah berterima kasih ke suami Anda untuk segala hal yang dia lakukan. Mulai hari ini Anda bisa berlatih untuk berterima kasih misalnya, atas pekerjaan yang dilakukan oleh suami Anda. Ingat, terima kasih Anda bukanlah kesia-siaan dan ini semestinya berlaku bahkan untuk hal yang remeh. Misalnya saat suami Anda membawa piring makannya sendiri ke dapur. Anda bisa bertrima kasih kepadanya sebab itu.

3. Berbuat baiklah dan hormatilah suami Anda. Jika Anda tidak melakukannya mungkin saja orang lain dil uar sana yang melakukannya — dgn niat yang salah. Jadi berbuatlah sesuatu yang extra, yang membuat cinta dan rasa suka suami Anda tidak memberikan sisi negatif kepada Anda. 

4. Apabila Anda tdk sepakat dalam satu dimensi/segi/bidang khusus, jangan ketus, memberengut atau segera menampakkan aksi negatif. Sadarlah, yang seperti itu hanya akan membuat Anda segera berhadap-hadapan dengan suami sendiri. Misalnya: jika suami Anda ingin mengambil pinjaman/kredit baru, jangan buru-buru berkata, “Tahun lalu kan kamu sudah mengambil kredit, kamu akan mmbuat kami tersiksa dengan pinjaman baru ini.” Bakal lebih bagus jika Anda merubah redaksi kalimat Anda hingga tak tampak langsug Anda menolak rencana suami. Misalnya, Anda bisa bertanya dengan rasa penasaran,” Apakah tidak masalah bagi kita jika kita membayar dua kredit sekaligus?” 

5. Hormatilah diamnya. Pria biasanya lebih banyak diam dibanding wanita. Dan pria butuh dengan diamnya itu. Janganlah istri memandang sepele diamnya suami. 
Fajriyanti Basir/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *