Satu Islam Untuk Semua

Friday, 29 December 2017

Kaum Muda Israel Kompak Tolak Jadi Tentara Rezim Zionis


Kaum Muda Israel Kompak Tolak Jadi Tentara Rezim Zionis

islamindonesia.id – Kaum Muda Israel Kompak Tolak Jadi Tentara Rezim Zionis

 

Koran harian Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan puluhan remaja Israel menolak didaftarkan menjadi tentara. Alasannya, karena tentara pasukan Israel terus-menerus melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Dalam surat kabar yang ditujukan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman, Menteri Pendidikan Naftali Bennett, Kepala Staf Angkatan Darat Israel Gadi Eizenkot, siswa kelas dua menulis bahwa keputusan mereka termotivasi dari komitmen terhadap nilai-nilai perdamaian.

Surat itu berbunyi:

Tentara menjalankan kebijakan pemerintah yang rasis, yang melanggar hak asasi manusia. Mereka menerapkan undang-undang untuk masyarakat Israel, dan hukuman yang berbeda untuk masyarakat Palestina di wilayah yang sama.

Selain protes terhadap kebijakan tentara Israel, para siswa juga mengkritik adanya Tembok Pemisah yang menjadi penghalang di Jalur Gaza dan permukiman ilegal di wilayah-wilayah pendudukan.

Mereka juga mengklaim pasukan Israel memisahkan orang-orang Palestina satu sama lain di daerah kecil yang dipenuhi pejuang dan berusaha mencegah kelanjutan wilayah Palestina.

“Oleh karena itu kami telah memutuskan untuk tidak mengambil bagian dalam pekerjaan ini dan penindasan bangsa Palestina, yang telah membagi manusia menjadi dua kubu antagonis. Situasi ‘sementara’ ini telah berlangsung selama 50 tahun yang panjang sampai saat ini, dan kita tidak akan berkontribusi untuk itu,” kata mereka, dilansir dari Middle East Monitor, Jumat (29/12/2017).

Anak-anak sekolah menengah atas (SMA) juga fokus terhadap cara tentara Israel menghalangi mereka mengungkapkan kebenaran tentang penangkapan sejumlah orang.

“Kebebasan untuk melaporkan dan menyebarkan informasi tentang apa yang terjadi juga ditolak, dengan menahan wartawan dan penyensoran,” kata mereka.

Para remaja itu juga meminta siswa sekolah menengah lain untuk bergabung dalam pemboikotan dan penolakan untuk bergabung dengan tentara sampai pendudukan Tepi Barat berakhir. Mereka berencana turun ke jalan untuk meneruskan ajakan mereka agar mendapatkan lebih banyak dukungan.

Matan Helman (20), merupakan salah satu yang setuju, saat ini menjalani hukuman penjara setelah menolak didaftarkan menjadi tentara.

Awal bulan ini, tentara Israel dan kementerian pendidikan sedang mengerjakan sebuah rencana untuk menambah pendaftaran, setelah tingkat pendaftaran turun dan jumlah masyarakat putus sekolah meningkat.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *