Satu Islam Untuk Semua

Monday, 01 May 2017

Kata Menag Soal Pembubaran Pengajian Felix Siauw di Malang


Seruan Resmi Menag Terkait Ketentuan Ceramah di Rumah Ibadah

IslamIndonesia.id – Kata Menag Soal Pembubaran Pengajian Felix Siauw di Malang

 

Menyusul berita pembubaran pengajian Felix Siauw di Malang, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin menegaskan kembali soal kemerdekaan tiap warga negara untuk menjalankan ekspresi keagamaan masing-masing. Namun di sisi lain, Menag berpesan, agar setiap aturan bernegara juga harus dijalankan oleh semua pihak.

“Mari jaga bersama kemerdekaan berkeagamaan dengan memenuhi hak beragama, mematuhi prosedur berkegiatan, dan memahami kondisi lingkungan,” kata Menteri Lukman via akun twitternya, 1/5.

IMG_20170501_124055_287

Seperti diketahui, Felix melalui video siaran langsung di Facebook menjelaskan kronologis pembubaran kajian yang tengah dilakukannya di hotel. Di tengah kajian, tiba-tiba pihak hotel datang dan mengatakan kajian tidak mengantongi izin dari kepolisian.

“Lalu kemudian panitia bahasanya hectic ya untuk mencari tempat lain. Dapatlah salah satu hotel di Malang. Kemudian saya mulai memberi kajian pukul 08.30 WIB sekitar sampai jam 10.30 WIB, tiba-tiba ada pihak hotel datang mengatakan di tengah audiens bahwa kajian dibatalkan karena tidak mendapat izin dari pihak kepolisian,” kata Felix seperti dilansir detik.com.

“Kita juga bingung bagaimana mengatur perizinan sedangkan acara itu baru diganti waktunya jam 20.00 WIB. Saat itu sudah banyak polisi ada sekitar 10-20 personel di situ. Kita kemudian sampaikan nggak ada masalah kalau mau dibubarkan, polisi sudah datang. Toh acaranya juga sudah rusak,” sebutnya.

Begitu hendak menutup kajian dengan doa, Felix mengatakan seorang polisi meminta untuk langsung saja membubarkan kajian.

“Salah satu pimpinan panitia mempersilakan saya untuk menutup kajian dengan doa. Kemudian polisi mengatakan tidak perlu ada doa. Langsung bubarkan saja. Kemudian kita tutup dengan doa majelis dan membubarkan secara damai,” jelas Felix.

Sementara itu, Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan menegaskan pihaknya tidak melakukan pembubaran kajian Ustaz Felix Siauw di hotel Max One di Malang, Jawa Timur.

“Kami tidak membubarkan, justru pihak hotel yang melakukan. Saat itu kami hanya menyampaikan saja, bagaimana aturan tentang adanya kegiatan. Tidak benar kalau membubarkan,” tegas Hoiruddin seperti dilansir detik.com.

“Kami menyampaikan kepada pengelola hotel, begini-begini. Lantas mereka yang meneruskan kepada pemilik kegiatan, jadi bukan kami,” lanjutnya. []

 

 

YS/Islam Indonesia

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *