Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 26 May 2018

Kata Gus Mus tentang ‘Tanda Kekuatan Iman’: Itu Bukan Tulisanku


GUS-MUS-TANDA-KEKUATAN-IMAN

Islamindonesia.id –  Kata Gus Mus tentang ‘Tanda Kekuatan Iman’: Itu Bukan Tulisanku

 

Belakangan, sebuah tulisan yang berjudul “Tanda Kekuatan Iman” dengan nama penulisnya Gus Mus beredar di berbagai jejaring media sosial. Salah satunya terdapat dalam sebuah fanpage Facebook atas nama @pageKataKita. Tulisan itu di sana telah disukai sebanyak 30.000 kali dan dibagikan sebanyak 7.452 kali.

Bukan hanya itu, di beberapa website pun tulisan itu dimuat atas nama Gus Mus, di antaranya ada di laman ansorcyber.com, riau.kabardaerah.com, dan redaksiindonesia.com. Berdasarkan penelusuran redaksi, tulisan tersebut pertama kalinya ramai dibagikan pada momen hari natal tahun 2017.

Screen Shoot dari ansorcyber.com

Screen Shoot dari ansorcyber.com

 

Berikut ini adalah tulisan lengkapnya:

TANDA KEKUATAN IMAN

Saya rasa orang Nasrani itu punya Iman yang luar biasa. Bayangkan, Lima kali dalam sehari mereka mendengarkan suara Adzan dari Kampung-Kampung, toh Iman mereka tidak Luntur juga.

Belum lagi kalau ada Acara besar seperti Istighosah, Maulidan, Haul, Dzikir bersama, Pengajian, Tabligh Akbar, Parade Takbiran dan sebagainya. Pas bulan Ramadhan, seluruh Stasiun TV selama sebulan penuh Menayangkan Acara-Acara Islami dan seluruh Mall se-Indonesia turut serta Memajang Atribut Lebaran dan Musik-Musik Islami, tapi toh Iman mereka tidak kandas juga !”

Bandingkan dengan Umat Islam,

Mengucapkan Selamat Natal yang cuma sekali dalam setahun saja, Imannya dianggap sudah buyar. Melihat Atribut Natal di Mall atau Memakai Topi Sinterklas saja, Imannya Langsung Bubar. Melihat Warung buka di Bulan Puasa saja, Imannya Langsung tergoda.

Main Game Pokemon saja bisa Langsung dianggap Kafir. Belum lagi kalau makan Sari Roti atau Minum Equill. Wahh pasti berabe !” belum lagi kaitannya dalam Memilih Pemimpin Non Muslim, pasti sudah dianggap Murtad.

Bahkan duit yang ada gambar Pahlawan Beda Agama saja bisa Langsung dianggap Haram dan Diboikot. Saya kira Kemunculan Fenomena “Om Telolet Om” juga adalah sekedar Protes dan reaksi dari kaum muda Kritis yang sudah jenuh dan muak dengan kelakuan orang-orang Munafik yang selalu bawa-bawa Agama.

Mereka, Para Kaum Agamais ini sangat mudah Menghakimi orang lain sebagai Kafir dan Sesat tapi jarang instropeksi dengan Kesalahan dan Kekurangannya sendiri. Mereka suka Memaksakan Kehendak dengan Berlindung di balik Topeng Agama demi mendapatkan Keuntungan bagi diri dan Kelompoknya sendiri.

Mereka mengaku sebagai Pejuang Agama tetapi Anti Kritik dan Anti Perbedaan serta Gemar Mengumpat dan Memaki “Anjing Babi”.  Perlu diketahui, bahwa Ideologi Sektarian dan Politik Kebencian yang masif, telah dijalankan. Akhir-Akhir ini saya rasa bukan hanya akan Gagal Total namun juga akan Kontra Produktif.

Citra Islam akan menjadi Semakin Buruk dan Para Politisi yang selalu bawa-bawa Agama justru akan dijauhi dan tidak dipercaya oleh rakyat. Negara bukannya menjadi semakin maju, namun justru akan menjadi semakin mundur ke belakang.

Masih untung kalau Negara kita Tidak Pecah dan Hancur seperti negara-negara yang ada di Timur Tengah.

Salam Waras

?

GUS MUS – Ulama Besar Indonesia

 

Klarifikasi dari Gus Mus

Dalam akun Instagram-nya, KH Mustofa Bisri, atau yang akrab disapa Gus Mus, pada hari Kamis (24/05) memberikan klarifikasinya tentang tulisan tersebut. Berikut ini klarifikasi beliau:

“Banyak kawan yang bertanya, umumnya karena ragu, tapi ada banyak juga yang langsung percaya bahwa tulisan yang beredar dengan judul TANDA KEKUATAN IMAN BY GUS MUS itu adalah tulisanku. Mereka yang sudah biasa membaca dan kenal tulisanku, pasti langsung tahu itu bukan tulisanku (a. mustofa bisri). Aku tidak sepintar dan segagah itu.

“Kepada penulis tulisan itu (dan siapa saja yang menuliskan pikirannya) dan ingin menyamarkan identitasnya, tolong kalau membuat nama samaran, mbok jangan “gus mus”lah. Nanti orang menyangka aku yang menulis.”

 

PH/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *