Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 17 April 2014

Kasus Sihir di Makkah – Madinah Meningkat


OnIslam.net

Dalam Islam, jin yang mampu menampakkan dirinya di hadapan manusia merupakan isu kontroversial.

 

Statistik yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Arab Saudi menunjukkan adanya peningkatan yang mengkhawatirkan terkait insiden ilmu hitam dan sihir di negara Semenanjung Arab. Sebagian besar kasus itu bahkan melibatkan ekspatriat.

“Kami telah menerapkan prosedur dan sistem tertentu untuk menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan ilmu sihir di seluruh Kerajaan,” kata juru bicara Haia (Komisi Amar Makruf Nahi Munkar), Ahmed Al-Janard kepada Arab News awal pekan ini.

Data tersebut juga menjelaskan peningkatan kasus sihir terjadi pula di wilayah Barat Saudi, khususnya Makkah dan Madinah.

Beberapa kasus sihir juga dilaporkan oleh warga yang mengaku secara pribadi telah menyaksikan jin di flat dan bangunan tak berpenghuni.

“Saya sering menyaksikan serangan jin,” kata Issa, seorang imam yang mengobati warga terkena makhluk supernatural.

“Orang-orang datang kepada saya mengatakan mereka telah melihat hantu atau pernah mengalami kejadian aneh. Al-Qur’an menyatakan bahwa jin memiliki kemampuan untuk menakut-nakuti orang,” tambahnya.

Syed Arif, expat yang baru saja pindah ke distrik Arbain di Jeddah, menuturkan pengalaman serupa dengan makhluk-makhluk gaib.

“Saya telah menyewa sebuah flat di daerah ini meskipun struktur bangunan itu ketinggalan zaman karena harganya terjangkau,” katanya.

“Anak saya yang masih belia mulai berbicara dengan apa yang kami pikir adalah teman khayalan,” katanya.

“Dia tidak pernah ingin meninggalkan rumah dan tinggal di kamarnya selama berjam-jam. Kami mendengar dia tertawa dan berbicara sendiri sepanjang waktu.”

“Ketika situasi memburuk, kami berkonsultasi dengan seorang sheikh. Ia mengatakan kepada kami bahwa anak kami bermain dengan jin,” katanya.

“Jika situasi terus berlanjut, syeikh menyarankan agar kami pindah rumah.”

Ejaz Hamed, seorang warga di distrik Rehab, mengatakan bahwa pemerintah telah menutup sebuah bangunan lokal yang diklaim dihuni oleh jin, dan belum sempat disewakan dalam kurun beberapa tahun.

Penyadaran

Menanggapi maraknya kasus ini, Komisi Amar Makruf Nahi Munkar (Haia) telah berusaha dan akan bertindak untuk menangani kasus serupa, dan menyebarkannya ke berbagai situs jejaring sosial guna meningkatkan kesadaran masyarakat dan meminimalisir kemungkinan kasus tersebut terulang.

“Baru-baru ni, Haia telah menangkap seorang penduduk di Provinsi Timur yang terlibat mempromosikan ilmu sihir melalui akun Twitter-nya,” katanya

“Ia ditangkap menjual batu yang ia klaim memiliki kekuatan dan dapat menghilangkan kejahatan, mengurangi sial dan mendatangkan perasaan cinta.”

Sebuah pengadilan Jeddah baru-baru ini menghukum guru Qur’an asal Asia dengan penjara empat tahun dan seratus cambukan. Selain itu, ia juga dideportasi setelah menyelesaikan hukumannya, karena berlatih sihir dan terbukti menghubungi kliennya melalui ponsel.

Namun, banyak imam menegaskan kasus ini perlu ditinjau ulang. “Ada orang yang percaya dan tidak terkait jin,” kata Mohammed Mukhtar, salah seorang syeikh.

Dalam Islam, jin yang mampu menampakkan dirinya di hadapan manusia merupakan isu kontroversial. Sementara beberapa ahli melihatnya sebagai suatu fakta, yang lain benar-benar menolaknya dan mengklaim bahwa tidak ada bukti terkait ini.

Sheikh Ahmad Kutty, pengajar senior dan ulama Islam di Institut Islam Toronto, Ontario, Kanada, menyatakan bahwa kepercayaan pada jin yang mampu menampakkan dirinya di hadapan manusia dan melakukan kontrol terhadap mereka bukanlah salah satu keyakinan esensial dari Islam.

Namun, memang benar bahwa beberapa ulama masa lalu (Ibnu Taimiyah dan lain-lain) telah menganggapnya sebagai fakta sementara yang lain menyangkal hal ini, tambah Sheikh Kutty.

Sumber: On Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *