Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 13 May 2018

Kapolri: Terjepit di Suriah, Teroris Bereaksi di Indonesia


20180513022047

islamindonesia.id – Kapolri:  Terjepit di Suriah, Teroris Bereaksi di Indonesia

 

 

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengatakan, ledakan di Surabaya dapat diduga terhubung dengan kelompok terorisme ISIS di Timur Tengah. Di Suriah, misalnya, setidaknya 1.100 warga negara Indonesia yang berangkat ke sana untuk bergabung dengan ISIS.

Namun akhirnya ISIS dapat dibersihkan dari Irak dan Suriah. Atas bantuan Rusia dan koalisinya, pasukan pemerintah Suriah terus mengalami kemajuan dalam mengempiskan kekuatan ISIS.

Di Ghouta Timur, misalnya, militer Suriah berhasil membebaskan total kota Harasta dari pendudukan teroris. “Sejauh ini, setidaknya 500 lebih WNI yang pernah bergabung dalam kelompok teroris di Suriah pulang ke Indonesia,” kata Tito dalam jumpa pers di Surabaya, 13 Mei. Sedangkan 500 lainnya masih berada di Suriah.

Dalam keadaan terjepit, pimpinan ISIS menyerukan aksi teror di seluruh dunia. Namun sel ISIS di Indonesia mengalami masalah internal karena pimpinan mereka,  Aman Abdurahman, ditangkap polisi.

Aman yang juga merupakan pimpinan Jamaah Ansaru Daulah ini sempat menunjuk pimipinan JAD Jawa Timur, Zaenal Ansari, sebagai penggantinya. Namun akhirnya Zaenal juga berhasil ditangkap polisi.

“Zaenal ditangkap karena kasus penyuludupan senjata dari Filipina,” kata Kapolri. Menurut Tito, JAD adalah organisasi yang berafiliasi dengan ISIS.

Kekecewaan itu membuat sel-sel JAD marah dan bereaksi. Kerusuhan di Mako Brimob Depok, Jawa Barat, meletus dan mengakibatkan  lima polisi tewas. Sehari setelah kerusuhan mereda, terjadi lagi aksi penyerangan di Mako Brimob yang mengakibatkan satu polisi tewas.

“Nah, yang di Jawa Timur ini, ini sel yang bergerak, yaitu JAD Surabaya, satu keluarga, pimpinan dari diduga Dita,” kata Tito. Aksi teroris di Surabaya, lanjut Kapolri, mengambil momentum kerusuhan di Brimob dan seruan pimpinan ISIS di Timur Tengah.

Menurut Tito, sel-sel JAD merupakan orang-orang yang terlatih. Mereka bahkan memiliki modul cara menghindari deteksi intelijen dalam beraksi.

 

 

 

YS/islamindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *