Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 19 March 2017

Kapolri: Ketidakadilan Sosial Mudahkan Masyarakat Digiring Isu SARA


kapolri-salat-jumat-dan-berikan-tausiah-di-masjid-al-husna_20170317_191506

islamindonesia.id – Kapolri: Ketidakadilan Sosial Mudahkan Masyarakat Digiring Isu SARA

 

Di depan jemaah Masjid Raya Al Husna Tanjung Priok Jakarta Utara, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan persoalan gejolak ekonomi dan sosial yang sedang dihadapi oleh Indonesia saat ini. Persoalan disintegrasi bangsa yang menjadi tantangan Indonesia adalah masalah ketimpangan sosial dan ekonomi yang membuat kesetiakawanan sosial semakin menipis dan secara tidak langsung membuat masyarakat makin mudah digiring dengan isu Suku, Agama, Ras, Antar-golongan (SARA).

“Indonesia sekarang seperti piramida, yang bagian ujung atas sangat kecil berasal dari kalangan orang sangat kaya, sedangkan yang paling besar ada di bagian bawah yakni masyarakat dari kelas menengah ke bawah,” kata Tito di atas mimbar Masjid Al Husna usai shalat Jum’at seperti dilansir beritasatu.com, 17/3

Hal inilah yang membuat bangsa Indonesia saat ini sangat mudah tersulut dengan berbagai isu SARA, karena muncul perasaan ketidakadilan sosial di tengah masyarakat dan memunculkan semangat kelokalan di tengah suku-suku yang ada di Indonesia.

“Sudah 71 tahun Indonesia merdeka di mata dunia Internasional, namun masyarakat kita masih didominasi kelas bawah, sedikit yang kelas atas, justru lebih banyak yang kelas bawah. Kalau orang kaya mungkin berpikir hari mau makan di mana, tapi orang miskin masih bingung hari ini apa yang mau dimakan,” tambahnya.

Untuk itu Tito mengatakan harus ada konsolidasi antara stakeholder dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk memastikan semangat toleransi serta mengutamakan persatuan dan kesatuan di tengah dinamika suku dan individu.

“Saat ini pemerintah pusat terus membangun infrastruktur dan berbagai proyek strategis untuk memastikan seluruh elemen masyarakat bisa sama-sama merasakan pembangunan,” katanya.

Salah satu kunci untuk mencapai pemerataan pembangunan tersebut adalah penciptaan birokrasi yang melayani masyarakat dan pemerintahan yang menegakkan kejujuran serta anti korupsi.

“Kita juga harus mewaspadai menyusupnya paham-paham radikal yang ingin memecah belah dan garis keras yang hendak melakukan teror di Indonesia,” tandasnya.

Padahal bagi Tito, Indonesia adalah negara yang sangat unik, tidak ada negara di dunia ini yang seperti di Indonesia dengan lebih dari 400 suku, belasan ribu pulau, dan berbagai macam ras ada di Indonesia.

Ia menyebutkan suku bangsa di Indonesia ada yang berasal dari Melayu, Tiongkok, Arab, bahkan Eropa yang bercampur dengan warga asli pribumi selama beratus-ratus tahun lamanya.

“Masyarakat kita saat ini sudah saling berakulturasi dan bercampur, ada yang lokal menikah dengan Arab, Tionghoa, Eropa, dan suku bangsa lainnya, sehingga semua saling menyatu dalam bingkai Indonesia dan Pancasila,” katanya.[]

 

YS/ islam indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *