Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 25 December 2016

Kapolda Jabar Anton Charliyan: Tak Siap Toleran, Silakan Keluar dari Bumi Parahyangan


kapolda-jabar-anton-charliyan-tak-siap-toleran-silakan-keluar-dari-bumi-parahyangan

islamindonesia.id – Kapolda Jabar Anton Charliyan: Tak Siap Toleran, Silakan Keluar dari Bumi Parahyangan

 

Hadir memberikan sambutan dalam acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal 2016 di Gedung Sasana Budaya Ganesha, Jalan Tamansari, Bandung, Jumat (23/12/2016) malam, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan menegaskan, pihaknya tidak akan memberi secuil pun ruang bagi tiap tindakan intoleransi di tanah Sunda.

“Ketika berbicara toleransi, tanah Sunda adalah tempat paling toleran. Kalau ada warga yang intoleran, silakan keluar dari tanah Sunda. Bukan hanya satu umat, satu agama, seluruh masyarakat Sunda yang mengerti filosofi Sunda akan melawan segala bentuk aksi intoleran,” tegas pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 29 November 1960 itu.

Mengacu pada sejarah, sebut Anton, tanah Sunda itu dibangun oleh kedamaian dan toleransi. Bahkan, lanjutnya, nilai keberagaman telah terpatri dalam Pancasila sebagai Dasar Negara.

“Kita sudah sepakati sejak mulai 1908 kemudian 1928 dan puncaknya tahun 1945 bahwa negara kita berdasar Pancasila. Sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa, jelas memberikan jaminan bagi setiap warganya untuk memeluk agamanya sesuai ajarannya masing-masing. Inilah yang namanya kesepakatan Nasional,” ujar mantan Kadiv Humas Polri tersebut.

“Barang siapa yang melanggar, itu bukan orang Sunda, bukan penduduk tanah Parahyangan. Tanah Sunda hanya bisa dibangun dengan kedamaian. Barang siapa yang ingin mengganggu tidak perlu hidup di tanah Sunda,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Anton juga menyebut bahwa segala bentuk intoleransi yang terjadi di Jabar dalam beberapa waktu terakhir merupakan sebuah kemunduran. Hal yang seharusnya tak pantas terjadi.

“Saya beserta jajaran, akan menjamin sepenuhnya setiap kegiatan agama yang ada di Jabar. Karena Jabar dari dulu terkenal dengan toleransinya, karena kerukunannya. Jadi kalau sekarang ada intoleransi yang tidak menghargai satu sama lain, berarti kemunduran,” pungkasnya.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *