Satu Islam Untuk Semua

Friday, 16 December 2016

Kalla:  Walisongo Ajarkan Islam dengan Lemah Lembut


jusuf-kalla

islamindonesia.id –  Kalla:  Walisongo Ajarkan Islam dengan Lemah Lembut

 

Lepas dari kekurangan yang ada, menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, umat Islam Asia Tenggara khususnya Indonesia masih relatif lebih damai dibanding Timur Tengah. Hampir tiap hari, kata Kalla, kita menyaksikan perang terjadi di negara-negara Timur Tengah. Hingga  muncul pertanyaan di mana letak nilai keislaman di situ.

“Di Asia Tenggara kita lihat tidak ada perang, konflik, peledakan bom seperti banyak melanda negara muslim lain. Artinya, secara umum lebih aman. Karena itu, patut disyukuri tapi tidak berarti gembira. Walaupun ada tapi tidak seperti yang kita lihat secara massal di media cetak maupun elektronik,” kata Kalla saat membuka Halaqah Ulama ASEAN di Hotel Salak The Heritage Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/12).

Di mata pria kelahiran Bone ini, Islam Asia Tenggara berbeda karena dari sejarahnya memang berbeda dengan di Timur Tengah atau di Afrika secara umum. Dalam sejarahnya, Islam masuk di Indonesia tidak melalui jalur peperangan, tapi jalur perdagangan. Para ulamanya juga tenang dalam menyampaikan ajaran agama.

“Para Walisongo dapat berbaur dengan masyarakat melalui pendekatan budaya. Sembilan wali ini mengajarkan Islam dengan lemah lembut. Tidak merubah secara drastis budaya yang ada. Selain itu terdapat banyak kesamaan Islam di kawasan Asia Tenggara, contohnya mulai dari madzhab yang tidak banyak pertentangan,” katanya.

Kalla mengatakan, antara Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam tidak banyak memiliki perbedaan dalam aliran keagamaan.

“Tidak seperti Irak, Afghanistan, yang tiap hari ada bom. Mereka sebenarnya tidak suka dengan kondisi tersebut,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres Kalla menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengasuh pesantren yang telah mendarmabaktikan segala bentuk pikiran demi kemajuan anak bangsa. Para ulama sangat berperan dalam menjaga adab dan akhlak para santri.

“Saya berharap tema ini bukan hanya diseminarkan, melainkan juga dilaksanakan demi keutuhan kita di ASEAN,” katanya

Pembukaan halaqah para ulama bertema ‘Mengembangkan Islam Moderat melalui Jaringan Pesantren’ ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Wapres didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Kepala Badan Litbang dan Diklat Abdurrahman Mas’ud, dan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Di antara narasumber yang hadir ialah Prof Dr Azyumardi Azra, KH Sholahuddin Wahid, Prof Dr Mohd Syukri Yeoh Abdullah (Universitas Kebangsaan Malaysia/UKM), Dr Mohammad Hannan Hassan (MUIS Singapura), KH Abdullah Sarwani (Mantan Duta Besar RI di Lebanon) dan lain-lain.

 

YS / islam indonesia/ sumber: nu.or.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *