Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 13 February 2018

JK Sangsi Ada Motif Politik di Balik Aksi Teror Ke Pemuka Agama


JK Sangsi Ada Motif Politik di Balik Aksi Teror Ke Pemuka Agama

islamindonesia.id – JK Sangsi Ada Motif Politik di Balik Aksi Teror Ke Pemuka Agama

 

Menanggapi rentetan peristiwa teror dalam dua bulan terakhir, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla tak yakin penyerangan terhadap pemuka agama tersebut ada kaitannya dengan kepentingan politik tertentu.

“Saya kira enggak. Siapa sih yang ingin berpolitik dengan membuat perpecahan. Biar polisi meneliti, menyelidiki apa yang terjadi,” kata Kalla di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Meski demikian, Kalla khawatir, jika aparat berwenang tak segera turun tangan mengusut tuntas kasus penyerangan tersebut, perpecahan antarumat beragama yang lebih luas takkan dapat dihindarkan.

“Pasti menimbulkan bahaya. Tapi kita belajar, pengalaman kita selama ini Alhamdulillah di Indonesia itu tidak menimbulkan konflik dalam arti yang besar. Terkecuali kemarin di Poso, di Ambon,” kata dia.

Kalla pun mengimbau semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati. Ia juga meminta pemuka agama untuk menyampaikan dakwah yang menyejukkan kepada masyarakat.

“Ya semua harus berhati-hati. Apalagi pemuka agama harus lebih adem berbicara memberikan dakwahnya atau khotbahnya,” kata Kalla.

Sejumlah kekerasan terhadap pemuka agama terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Misalnya, penyerangan terhadap pimpinan Pesantren Al Hidayah, KH Umar Basri bin Sukrowi, di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat. Saat tengah berzikir, seorang pria masuk masjid dan langsung menganiaya Umar Basri pada 27 Januari 2018.

Kemudian, tokoh Persatuan Islam Indonesia (Persis), HR Prawoto, meninggal di rumah sakit setelah dianiaya seseorang yang diduga mengalami depresi (sakit jiwa) pada awal Februari.

Lalu kejadian penolakan seorang biksu bernama Mulyanto Nurhalim dari sejumlah warga Kampung Baru RT 01/01 Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (7/2/2018). Namun, video tersebut baru ramai pada Sabtu (10/2/2018) kemarin.

Terakhir, Minggu (11/2/2018), terjadi aksi penyerangan Gereja Santa Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta, saat misa dilaksanakan. Umat yang sedang menghadiri misa terluka, begitu pula dengan Pastor Karl-Edmund Prier, biasa dipanggil Romo Prier, yang sedang memimpin misa.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *